Reaksi Keras PM Thailand usai Penembakan di Sekolah Tewaskan 8 Orang

Reaksi Keras PM Thailand usai Penembakan di Sekolah Tewaskan 8 Orang

Terkini | inews | Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:29
share

BANGKOK, iNews.id – Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul berjanji akan memperketat aturan pengendalian senjata api setelah insiden penembakan di Sekolah Debsirin, Nonthaburi pada Jumat (7/8/2026). Peristiwa itu menewaskan delapan orang dan melukai 22 lainnya.

Dari 22 korban luka, 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Tujuh di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Anutin menyatakan pemerintah akan memberlakukan undang-undang baru yang membatasi kepemilikan dan pembawaan senjata api di tempat umum. Dalam aturan yang direncanakan, hanya pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas yang diperbolehkan membawa senjata api.

Berbicara setelah tragedi tersebut, Anutin menyatakan insiden penembakan itu seharusnya tidak terjadi.

“Saya tidak hanya merasa prihatin terhadap para korban, tetapi saya juga menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi di negara kita,” kata Anutin, dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2026).

Penembakan dilakukan seorang siswa berusia 14 tahun di Sekolah Debsirin cabang Nonthaburi. Sebelum mendatangi sekolah, remaja tersebut diduga membunuh kakek dan neneknya yang masing-masing berusia 73 tahun dan 74 tahun di apartemen tempat mereka tinggal bersama.

Polisi menyebut kedua korban tewas akibat tembakan di bagian kepala.

Setelah membunuh kakek dan neneknya, remaja tersebut dilaporkan menaiki bus sekolah sambil membawa senjata api dan puluhan peluru.

Dia kemudian mengikuti pelajaran pertama pada pukul 08.30 waktu setempat dan pelajaran kedua pada pukul 09.20. Sekitar 30 menit setelah pelajaran kedua dimulai, pelaku mengeluarkan senjata dan menembaki guru serta siswa.

Polisi menyebut pelaku awalnya menembak guru di lantai enam sekolah hingga tiga orang tewas. Dia kemudian turun melalui tangga dan menembak wakil kepala sekolah serta sekretaris kepala sekolah yang sedang menaiki tangga.

Polisi dikerahkan ke lokasi ketika penembakan masih berlangsung. Pelaku ditemukan sekitar pukul 10.40 dalam kondisi telah mengakhiri hidupnya sendiri.

Dalam perkembangan berikutnya, seorang siswa dilaporkan meninggal akibat luka yang dideritanya sehingga total korban tewas mencapai delapan orang.

Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong mengatakan senjata api dan peluru yang digunakan pelaku diketahui milik kakeknya. Pemeriksaan awal juga menemukan tanda-tanda senjata tersebut sebelumnya dicari di kamar tidur sang kakek.

Media Thailand dan internasional melaporkan senjata tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki izin.

Topik Menarik