Pramono Anung Buka Suara Usai Penemuan Ratusan Senjata dan Sabu di Sekolah Kebayoran Lama
JAKARTA, iNews.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sangat terkejut atas ditemukannya nyaris 1.000 unit senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pihak Pemprov DKI Jakarta menegaskan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelanggaran tersebut.
"Apa yang terjadi di sekolah swasta di Kebayoran Lama yang ditemukan sangat mengejutkan, senjata jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba dan juga hal-hal lain. Pertanyaannya apakah itu boleh? Jawabannya singkat saja: sangat tidak boleh," ujar Pramono Anung.
Pramono menekankan bahwa lingkungan pendidikan harus steril dari barang-barang berbahaya. Karena kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan barang bukti telah dibawa ke Polda Metro Jaya, Pemprov DKI memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan.
Penemuan ratusan senjata ini bermula dari pemecatan mantan Ketua Yayasan berinisial IWD bersama istrinya akibat indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan. Karena kunci ruangan masih dipegang oleh yang bersangkutan, pihak sekolah meminta pendampingan dari Polres Metro Jakarta Selatan untuk membuka ruangan kerja yang terkunci.
Saat ruangan dibongkar, petugas dan pihak sekolah menemukan tumpukan senjata yang disembunyikan rapi, amunisi peluru tajam, alat cetak peluru, perlengkapan sniper, hingga barang bukti narkoba berupa sabu dan dua linting ganja. Selain itu, ditemukan pula sejumlah uang tunai bermata uang dolar di dalam laci.
Pihak sekolah dan kepolisian telah menyerahkan seluruh barang bukti tersebut kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan Dit Intelkam Polda Metro Jaya untuk dilakukan uji forensik serta penyidikan lebih lanjut terkait ancaman terhadap keamanan nasional.









