Lokal Indonesia Artisan Market Diserbu Pekerja Kantoran Jakarta, Jadi Alternatif Healing!

Lokal Indonesia Artisan Market Diserbu Pekerja Kantoran Jakarta, Jadi Alternatif Healing!

Travel | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 14:45
share

JAKARTA, iNews.id – Rutinitas bekerja di kawasan bisnis tak selalu harus diakhiri dengan nongkrong di kafe atau berbelanja di pusat perbelanjaan. Kini, pekerja kantoran di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, punya pilihan baru untuk melepas penat usai rapat atau saat jam istirahat.

Lokal Indonesia Artisan Market yang digelar di Lantai 3 Menara Sun Life, Mega Kuningan, pada 7-9 Agustus 2026 sukses menyulap kawasan perkantoran menjadi ruang penuh warna dengan deretan produk handmade dan homemade karya pelaku UMKM lokal.

Lebih dari 80 tenant menghadirkan beragam produk unik, mulai dari tas, gantungan kunci, boneka, totebag, batik, pakaian, parfum, hingga aneka makanan dan minuman rumahan. Suasana yang berbeda dari hiruk pikuk gedung perkantoran membuat banyak pekerja sengaja mampir untuk sekadar melihat-lihat atau berburu barang favorit.

Salah satunya adalah Adelia, seorang pekerja kantoran di kawasan Mega Kuningan. Ia mengaku awalnya hanya penasaran karena jarang ada pameran artisan yang digelar di tengah kawasan bisnis.

Acara Lokal Indonesia Artisan Market di kawasan Mega Kuningan Jaksel. (Foto: Aldhi Chandra)

"Awalnya karena penasaran, karena untuk lokal karya sendiri kan sebenarnya biasanya tempatnya di pameran-pameran yang aksesnya agak jauh. Nah, karena ini lokasinya mudah diakses dan jamnya juga pas, jadi awalnya mau lihat-lihat, cuma tentu aja kalau ada yang menarik pasti akan dibeli," ujarnya pada iNews.id, Jumat (7/8/2026).

Menurut Adel, lokasi yang strategis menjadi nilai tambah karena memudahkan pekerja kantor menikmati pameran tanpa harus meluangkan waktu khusus di akhir pekan.

Ia juga mengaku terkejut dengan kualitas produk yang dipamerkan. Menurutnya, banyak karya lokal yang mampu bersaing dengan produk maupun merek luar negeri.

"Kan tadi saya muter-muter dari makanan, produknya secara baju, clothing, dan lain-lain tuh sebenarnya bisa sangat menyaingi brand, karena bagus-bagus kok, lucu-lucu juga," katanya.

Tak hanya menjadi tempat berburu produk lokal, Adel menilai kehadiran artisan market di tengah kawasan bisnis juga memberikan pengalaman baru bagi pekerja kantoran yang ingin menyegarkan pikiran di sela aktivitas.

"Nah, makanya ini kayak alternatif yang menarik sih diadakan di tengah-tengah perkantoran yang aksesnya gampang," tambahnya.

Sementara itu, Founder Lokal Indonesia Artisan Market, Patrice Tobing, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi gelaran ke-32 selama hampir satu dekade perjalanan acara tersebut.

Menurutnya, tujuan utama pameran bukan sekadar menjual produk, tetapi juga memperkenalkan kualitas karya artisan Indonesia yang dibuat sepenuhnya dengan tangan para pengrajin lokal.

"Dibuat dengan bahan lokal, dibuat dengan desain lokal, dibuat oleh orang lokal dengan tangan-tangan lokal. Tidak ada yang buatan mesin, mereka juga berkolaborasi antara sesamanya untuk membuat barang-barang, produk-produk yang bagus," kata Patrice.

Patrice menjelaskan seluruh peserta yang tampil telah melewati proses kurasi ketat. Selain mengutamakan kualitas, penyelenggara juga menilai orisinalitas desain, fungsi produk, hingga penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.

Keseruan Lokal Indonesia Artisan Market di kawasan Mega Kuningan Jaksel. (Foto: Aldhi Chandra)

"Kualitas pembuatan, harus dibuat dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan misalnya, itu salah satu. Estetika, originality, kita tak mau orang hanya memfotokopi apa yang orang lain sudah buat saja. Kita butuh inovasi dalam segi desain, dalam segi pembuatan," jelasnya.

Tak hanya pengunjung yang merasakan manfaat dari pameran tersebut, para pelaku usaha artisan juga mengaku mendapatkan pelanggan setia melalui acara ini.

Founder Artisan byIgna, Igna Najoan, mengatakan dirinya telah mengikuti Lokal Indonesia Artisan Market sejak penyelenggaraan kedua. Menurutnya, banyak pelanggan yang sengaja datang kembali setiap kali acara digelar untuk mencari koleksi terbaru.

"Jadi orang biasanya datang untuk cari produk barunya apa? Jadi kami dicari, lumayan lah orang yang kembali di event-event berikutnya. Kami selalu menunggu acara ini, jadi tiap kali akan ada acara ini, semangatlah bikin-bikin yang baru," ujar Igna.

Dengan konsep yang menghadirkan karya-karya lokal di tengah kawasan bisnis, Lokal Indonesia Artisan Market tak hanya menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM, tetapi juga berhasil menghadirkan suasana baru yang membuat pekerja kantoran bisa menikmati waktu istirahat dengan cara berbeda tanpa harus meninggalkan area perkantoran.

Topik Menarik