AS Disebut Nyaris Kehabisan Rudal untuk Perang Melawan Iran, Ini Komentar Trump

AS Disebut Nyaris Kehabisan Rudal untuk Perang Melawan Iran, Ini Komentar Trump

Terkini | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:29
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis militernya nyaris kehabisan amunisi dalam menghadapi konflik, termasuk melawan Iran. Dia mengeklaim persediaan amunisi militer, termasuk rudal pertahanan, sangat banyak.

"AS memiliki 'amunisi' dalam jumlah besar, terutama jenis tertentu. Selain itu, sejumlah besar amunisi lainnya sedang diproduksi dan dikirim sesuai kebutuhan," tulis Trump di akun media sosial Truth Social, dikutip Kamis (6/8/2026).

Dia lalu mengancam siapa pun yang membocorkan informasi sensitif mengenai persediaan amunisi militer akan menghadapi hukuman penjara.

"Para pembocor pernyataan pengkhianatan ini (bisa menghadapi hukuman penjara yang lama)," tulisnya.

Sebelumnya surat kabar The Washington Post, mengutip beberapa sumber pejabat AS, melaporkan Trump meminta penjelasan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait persediaan rudal yang semakin menipis saat rapat kabinet di Camp David awal pekan ini. 

Namun Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian membantah laporan tersebut dengan menyebutnya keliru.

Gedung Putih pada 24 Juni lalu mendesak Kongres untuk menyetujui tambahan dana sebesar 87,6 miliar dolar, termasuk 67,15 miliar di antaranya untuk keperluan Pentagon. Sebagian besar paket tersebut akan digunakan untuk membiayai perang melawan Iran.

Lembaga think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) memperkirakan militer AS telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal sistem pertahanan udara Patriot dan 200 pencegat untuk sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sehingga menghadapi kekurangan rudal yang signifikan.

Disebutkan, AS menggunakan 80 persen stok THAAD selama perang melawan Iran, sementara rudal Patriot terkuras 50 persen.

Topik Menarik