76 Persen Fans Kompak Tolak Kartu Kuning karena Lepas Jersey, Aturan Sepak Bola Diminta Diubah
LONDON, iNews.id - Aturan kartu kuning bagi pemain yang melepas jersey saat merayakan gol mulai mendapat sorotan. 76 persen penggemar sepak bola menyatakan pemain seharusnya boleh melakukan selebrasi tersebut tanpa hukuman kartu.
Perdebatan mengenai aturan selebrasi gol kembali mencuat setelah penelitian terbaru dari Gillette mengungkap sikap mayoritas penggemar terhadap larangan melepas jersey. Hasil survei itu memperlihatkan adanya dorongan kuat untuk meninjau kembali aturan yang sudah lama diterapkan dalam sepak bola profesional.
Sebanyak 76 persen penggemar yang menjadi responden setuju pemain seharusnya diperbolehkan melepas jersey ketika merayakan gol besar tanpa langsung menerima kartu kuning. Angka tersebut menunjukkan tingginya dukungan terhadap selebrasi yang dianggap sebagai bagian dari luapan emosi pemain.
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
Dorongan untuk menghapus hukuman tersebut bahkan cukup besar. Sekitar satu dari dua penggemar ingin kartu kuning akibat melepas jersey dihapus sepenuhnya. Sementara itu, 29 persen lainnya menilai wasit seharusnya memberikan pengecualian ketika selebrasi dilakukan dalam momen-momen tertentu.
Selebrasi Gol Dianggap Bagian dari Emosi Pertandingan
Hasil penelitian itu juga memperlihatkan alasan penggemar menilai aturan tersebut layak dipertimbangkan kembali. Melepas jersey setelah mencetak gol dipandang sebagai simbol gairah dan emosi yang muncul secara spontan dalam pertandingan.
Lebih dari separuh responden menilai selebrasi melepas jersey mampu memberikan drama tambahan ketika sebuah gol tercipta. Sebanyak 61 persen penggemar bahkan sepakat momen tersebut menjadi cara terbaik untuk merayakan gol kemenangan yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.
Meski demikian, aturan mengenai melepas jersey sebenarnya sudah cukup dikenal. Sebanyak 85 persen penggemar mengetahui pemain di kompetisi profesional akan otomatis menerima kartu kuning ketika melepas jersey saat selebrasi.
Tingkat pemahaman tersebut ternyata lebih rendah di level sepak bola akar rumput. Hanya sedikit di atas separuh penggemar yang mengetahui pemain amatir juga dapat menerima kartu akibat melepas jersey. Mereka juga belum semuanya mengetahui klub lokal dapat menghadapi denda akibat pelanggaran tersebut.
Menariknya, hukuman kartu kuning ternyata tidak membuat mayoritas penggemar kehilangan keinginan melihat selebrasi tersebut. Sebanyak 64 persen responden tetap senang jika pemain tim kesayangan mereka melepas jersey setelah mencetak gol, meski konsekuensinya tetap berupa kartu kuning.
Para penggemar menilai selebrasi tersebut paling pantas diberikan pada momen luar biasa. Beberapa situasi yang dianggap layak antara lain mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir, mencetak gol di fase gugur sebuah turnamen, memastikan promosi, melakukan comeback emosional, hingga mencetak gol spektakuler.
Perdebatan ini akhirnya mengarah pada satu pertanyaan besar: apakah melepas jersey setelah mencetak gol masih pantas dihukum kartu kuning?
Jika aturan tersebut suatu hari mengalami perubahan, pemain di berbagai level sepak bola berpotensi memiliki lebih banyak kebebasan untuk menunjukkan emosi setelah mencetak gol. Selebrasi yang selama ini identik dengan spontanitas pun dapat kembali menjadi bagian dari momen besar dalam pertandingan.










