Botox Tak Hanya Hilangkan Kerutan, Dokter Ungkap Bisa Bentuk Proporsi Wajah Juga

Botox Tak Hanya Hilangkan Kerutan, Dokter Ungkap Bisa Bentuk Proporsi Wajah Juga

Gaya Hidup | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:01
share

JAKARTA, iNews.id – Botox selama ini lebih dikenal sebagai prosedur estetika untuk menyamarkan garis halus dan kerutan pada wajah. Namun, dokter mengingatkan bahwa manfaat botox tidak berhenti di situ.

Treatment botox ternyata dapat digunakan untuk membantu membentuk proporsi wajah hingga mengatasi beberapa kondisi tertentu, asalkan dilakukan berdasarkan analisis medis yang tepat. Bagaimana penjelasan selengkapnya?

Menurut dokter Angel, setiap orang memiliki struktur anatomi wajah, kekuatan otot, dan tingkat simetri yang berbeda. Karena itu, pemberian botox tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk semua pasien.

"Contouring bukan sekadar membuat wajah terlihat lebih tirus. Tujuannya adalah menciptakan proporsi yang seimbang tanpa menghilangkan karakter alami pasien. Karena itu, setiap tindakan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu," ujar dr Angel dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, sebelum tindakan dilakukan, pasien sebaiknya menjalani konsultasi dan analisis wajah terlebih dahulu. Pemeriksaan ini meliputi kondisi anatomi wajah, kekuatan otot, simetri wajah, hingga kebutuhan estetika setiap individu. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dokter dalam menentukan dosis dan titik penyuntikan botox.

Selain membantu mengurangi kerutan di area dahi maupun sekitar mata, dr Angel yang juga Chief Operating Officer (COO) Derma Express Indonesia itu menerangkan bahwa botox juga dapat dimanfaatkan pada otot masseter atau otot rahang. Penyuntikan pada area tersebut bertujuan membantu membentuk garis wajah pada pasien dengan otot rahang yang berukuran besar akibat aktivitas otot yang berlebihan.

Tak hanya untuk kepentingan estetika, botox juga dapat digunakan pada sejumlah kondisi lain, seperti membantu mengurangi tampilan gummy smile atau senyum yang memperlihatkan gusi secara berlebihan, hingga menangani keringat berlebih (hiperhidrosis). Meski demikian, penggunaannya tetap harus berdasarkan hasil evaluasi dokter agar sesuai dengan kondisi pasien.

Dokter Angel menekankan bahwa botox merupakan tindakan medis sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan. Masyarakat diimbau memilih fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tenaga medis kompeten, memastikan produk yang digunakan jelas dan sesuai ketentuan, serta memahami manfaat maupun potensi risiko sebelum menjalani treatment.

"Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, konsultasi menjadi langkah penting agar hasil treatment tetap natural sekaligus mengutamakan aspek keamanan," katanya.

Menjadi catatan bahwa hasil botox dapat berbeda pada setiap individu. Perbedaan respons tubuh, kondisi otot, hingga gaya hidup dapat memengaruhi efektivitas maupun lama hasil treatment bertahan. Oleh sebab itu, kata dr Angel, masyarakat sebaiknya tidak menyamakan hasil yang diperoleh orang lain sebagai patokan.

Topik Menarik