Persija Tumbang dari Persib, Shin Tae-yong Bongkar Masalah Besar
GIANYAR, iNews.id - Persija Jakarta kalah 1-2 dari Persib Bandung di semifinal Piala Presiden 2026. Pelatih Macan Kemayoran Shin Tae-yong mengungkap kondisi fisik skuadnya baru berada di kisaran 30–40 persen.
Pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) sore WIB. Persija sebenarnya mampu memberikan perlawanan sejak menit awal, tetapi dua gol Persib membuat langkah Macan Kemayoran terhenti di babak empat besar.
Persib membuka keunggulan melalui Uilliam Barros pada menit ke-22. Enam menit kemudian, gawang Persija kembali bobol setelah Balsa Sekulic mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-28.
Tertinggal dua gol tidak membuat Persija menyerah. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut tetap tampil agresif dan berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Upaya Persija akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Kwon Chang-Hoon berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Persija dari kekalahan.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Persija Jakarta di Piala Presiden 2026. Sebaliknya, Persib Bandung berhak melaju ke final dan masih menunggu lawan dari pertandingan semifinal lainnya antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.
Shin Tae-yong Bongkar Kondisi Persija
Shin Tae-yong mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu datang dengan target membawa Persija meraih kemenangan, tetapi timnya harus menerima kekalahan dari Persib.
Selain hasil pertandingan, Shin juga menyoroti sejumlah keputusan wasit. Meski demikian, dia memilih tetap menghormati keputusan yang diambil selama pertandingan.
“Tentu kami datang dengan target untuk menang. Jadi hasil ini jelas tidak memuaskan. Meski ada beberapa hal yang disayangkan, kami tetap menghormati seluruh keputusan wasit,” kata Shin dalam konferensi pers pascalaga, Selasa (4/8/2026).
Shin kemudian mengungkap persoalan utama yang menurut dia ikut memengaruhi performa Persija. Komposisi pemain yang belum lengkap serta kondisi fisik skuad menjadi perhatian utama sang pelatih.
“Saat ini kondisi tim juga belum ideal. Komposisi pemain terbaik belum lengkap dan kondisi fisik tim baru sekitar 30–40 persen,” jelas Shin.
Kondisi tersebut membuat Shin menilai Persija masih memiliki pekerjaan besar sebelum menghadapi kompetisi resmi musim 2026-2027. Dia tidak ingin kekalahan dari Persib hanya dilihat sebagai kegagalan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tim.
“Karena itu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tambahnya.
Piala Presiden 2026 menjadi salah satu ajang bagi Persija untuk mengukur kesiapan skuad sebelum kompetisi musim baru dimulai. Dengan kondisi fisik yang disebut baru mencapai 30–40 persen, Shin masih memiliki waktu untuk memperbaiki sejumlah kekurangan.
Shin berharap perkembangan Persija terlihat saat memasuki pertandingan perdana liga pada September mendatang. Dia ingin skuad Macan Kemayoran tampil jauh lebih siap dibandingkan saat menjalani Piala Presiden 2026.
“Saya berharap pada pertandingan pembuka liga tanggal 4 September nanti Persija sudah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik,” tandasnya.
Kekalahan dari Persib membuat Persija harus mengakhiri kiprahnya di Piala Presiden 2026 tanpa tiket final. Namun, bagi Shin Tae-yong, hasil tersebut menjadi peringatan penting agar Persija segera membenahi komposisi skuad dan kondisi fisik sebelum musim 2026-2027 resmi bergulir.










