Iran Bantah Trump: Tak Ada Negosiasi dengan AS!

Iran Bantah Trump: Tak Ada Negosiasi dengan AS!

Terkini | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:02
share

TEHERAN, iNews.id - Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa kedua pihak memulai kembali perundingan pada Senin (3/8/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran membantah adanya perundingan yang sedang berlangsung. Iran tak mengutus pejabatnya untuk bertemu dengan delegasi AS.

“Saat ini kami tidak bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz,” kata Juru Bicara Kemlu Iran, Esmail Baghaei, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (4/8/2026).

Trump pekan lalu Trump mengatakan akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menargetkan infrastruktur energi, termasuk kilang minyak. Namun pada Jumat, dia membatalkan serangan yang juga akan melibatkan Israel itu dengan alasan ada kemajuan dalam proses negosiasi serta permintaan dari negara-negara di kawasan.

Dia mengatakan batas-batas kesepakatan dengan Iran telah tercapai, yakni seputar pengaturan lali lintas di Selat Hormuz dan program nuklir.

Jalur perairan strategis bagi pasokan energi dunia merupakan titik permasalahan utama dalam upaya mengakhiri perang kedua negara. Iran menghalangi kapal-kapal yang mencoba melewati koridor perdagangan penting tersebut, dengan menembaki kapal-kapal komersial.

Sebelum perang pecah pada 28 Februari, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz bebas dilalui. Namun kini Iran bersikeras untuk mempertahankan kendali hingga mengenakan biaya, sistem yang ditolak AS.

Iran menolak untuk mengizinkan kapal-kapal melewati jalur selain jalur yang mengikuti garis pantai Iran.

Baghaei sebelumnya mengatakan, Iran nyaris mencapai kesepakatan dengan Oman untuk mengelola Selat Hormuz. Seperti diketahui, Oman memegang kendali Selat Hormuz di sisi berseberangan dengan Iran.

“Sekarang kita akan mencapai kesepahaman tentang jalur yang dapat diterima oleh kedua pihak, bukan jalur utara maupun selatan, melainkan jalur yang menghormati hak kedaulatan kedua pihak dan melindungi kepentingan dan keamanan nasional kita,” ujarnya.

Namun dia menegaskan, kesepakatan dengan Oman bukan berarti Selat Hormuz dibuka kembali dengan bebas.

Topik Menarik