Identitas 5 Korban KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Sumenep, Ini Daftar Namanya

Identitas 5 Korban KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Sumenep, Ini Daftar Namanya

Nasional | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 20:31
share

SURABAYA, iNews.id – Lima korban KM Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Proses identifikasi dilakukan menggunakan data primer dan sekunder.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi P mengatakan, data primer yang digunakan berupa sidik jari. Sementara data sekunder meliputi pemeriksaan gigi, rekam medis, identifikasi visual, serta barang-barang milik korban.

Daftar Nama Lima Korban

Berikut identitas lima korban KMP Mutiara Santosa 2 yang telah berhasil diidentifikasi:

1. Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
2. Siti Fatimah (57), warga Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
3. Sari Sukoco (39), warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
4. Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
5. Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai, kelima jenazah akan diserahkan kepada keluarga masing-masing melalui RS Bhayangkara Surabaya.

Kombes Wahono mengatakan, hasil autopsi dan pemeriksaan forensik menunjukkan kelima korban tidak meninggal akibat luka bakar. Sebagian besar korban diduga mengalami gangguan pernapasan setelah menghirup asap tebal. Mereka kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

“Tidak ada yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat asap, kemudian melompat ke laut dan tenggelam, atau mengalami kelemasan setelah berada di laut,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, paparan asap diduga membuat kesadaran sebagian korban menurun ketika berada di laut. Kondisi tersebut menyebabkan korban kesulitan bertahan dan akhirnya tenggelam.

Korban lainnya diperkirakan berhasil keluar dari kapal, tetapi mengalami kelelahan atau tidak mampu berenang saat menunggu pertolongan.

“Jadi rata-rata korban meninggal karena tenggelam atau mengalami kelemasan setelah berada di laut, bukan karena terbakar,” katanya.

Operasi identifikasi melibatkan tim gabungan dari BPBD, Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Tim Forensik Universitas Airlangga, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, dan PT Jasa Raharja.

Operasi DVI masih dilanjutkan hingga Basarnas secara resmi menutup proses pencarian. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dan menduga mereka menjadi penumpang kapal diminta segera mendatangi posko atau menghubungi layanan resmi.

“Kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan diduga menjadi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 segera menghubungi hotline atau datang ke posko agar proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Topik Menarik