Kebakaran Rumah di Polewali Mandar Tewaskan 3 Orang, Korban Lansia dan Anak

Kebakaran Rumah di Polewali Mandar Tewaskan 3 Orang, Korban Lansia dan Anak

Nasional | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 16:31
share

POLEWALI MANDAR, iNews.id - Kebakaran rumah di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menewaskan tiga orang, Senin (3/8/2026). Dua korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu orang ainnya mengembuskan napas terakhir setelah dievakuasi menuju rumah sakit.

Informasi diperoleh, peristiwa tragis tersebut terjadi di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Api dilaporkan membesar dengan cepat hingga membuat penghuni rumah kesulitan menyelamatkan diri.

Dua korban yang ditemukan meninggal di lokasi merupakan lansia berusia 80 tahun dan anak berusia 12 tahun. Keduanya diduga terjebak di dalam rumah saat kobaran api membesar. Satu korban lainnya sempat dievakuasi dalam kondisi mengalami luka bakar. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polewali Mandar Muh Imran membenarkan adanya tiga korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.

“Korban meninggal dunia ada dua orang, masing-masing seorang lansia usia 80 tahun dan seorang anak usia 12 tahun. Sedangkan ada satu korban yang mengalami luka bakar meninggal saat evakuasi ke rumah sakit,” ujar Muh Imran dikutip dari iNews Polman, Senin (3/3/2026).

Petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Personel dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.

Proses pemadaman berlangsung dengan fokus utama mengendalikan api dan mencari penghuni yang diduga masih berada di dalam rumah.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas Damkar bersama aparat terkait melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan terhadap para korban.

Belum diketahui secara pasti sumber api yang memicu kebakaran tersebut. Selain mengusut penyebab kebakaran, aparat terkait masih mendata kerusakan bangunan dan menghitung kerugian material yang ditimbulkan.

Topik Menarik