Trump Jamin Israel Nurut, Tak Serang Iran

Trump Jamin Israel Nurut, Tak Serang Iran

Terkini | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 07:55
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan Israel akan mengikuti keputusan Washington untuk tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Jaminan itu disampaikan setelah Trump mengumumkan pembatalan operasi militer besar-besaran terhadap Teheran menyusul kemajuan dalam pembicaraan damai.

Trump mengatakan, keputusan menunda serangan diambil setelah Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta AS memberi kesempatan bagi proses diplomasi. Menurut dia, Israel juga akan mematuhi langkah tersebut, meski Washington tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran.

Dalam pernyataannya di akun Truth Sosial, Trump menegaskan militer AS tetap berada dalam kondisi siap menghadapi Iran apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan.

Trump mengatakan, kesepakatan yang diusulkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh serta upaya mengakhiri ancaman nuklir Iran. Menurut dia, kedua poin tersebut menjadi bagian utama dari kerangka kesepakatan yang sedang dibahas.

"Kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lain, untuk menahan diri dari serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disepakati. Ini akan mencakup pembukaan Selat Hormuz dengan segera, utuh, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump, di akun media sosial Truth Social.

Namun Trump juga mengingatkan, kesabaran AS memiliki batas. Kelanjutan pembatalan serangan sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk benar-benar mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, AS telah menghentikan serangan terhadap Iran sejak Rabu lalu, meski Teheran tetap melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS, terutama di Yordania dan Kuwait.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan terbaru yang dilakukan pada Kamis dan Sabtu berhasil menghancurkan enam jet tempur siluman F-35 milik AS yang diparkir di pangkalan udara di Yordania. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari pihak AS.

Topik Menarik