Media AS Sebut Sambutan Trump terhadap Netanyahu Beda, Agak Dingin
WASHINGTON, iNews.id - Media Amerika Serikat (AS) menyoroti perubahan sikap Presiden Donald Trump saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Trump menyambut Netanyahu dengan cara yang berbeda dari biasanya, bahkan terkesan lebih dingin dan kurang akrab.
Perubahan suasana itu dinilai mencerminkan melemahnya pengaruh Netanyahu di hadapan Trump setelah konflik berkepanjangan dengan Iran. Beberapa jam sebelum pertemuan berlangsung, Trump juga secara terbuka mengkritik Netanyahu terkait komentarnya mengenai program nuklir Iran di Gunung Pickaxe. Trump menyindir Netanyahu karena membahas isu tersebut ke publik, bukan langsung kepadanya.
Tak hanya sambutan Trump yang menjadi sorotan, Netanyahu juga disebut mengubah pendekatannya secara drastis dalam berdialog dengan Presiden AS. Jika pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dia kerap menyampaikan berbagai tuntutan terkait Iran, kali ini Netanyahu justru lebih banyak meminta saran dan informasi dari Trump.
Sumber pejabat AS yang dikutip portal berita Politico mengatakan perubahan itu terlihat jelas dalam pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa lalu. Menurut pejabat yang identitasnya dirahasiakan, Netanyahu tidak mengajukan satu pun permintaan kepada Trump mengenai Iran.
Sebaliknya, Netanyahu hanya meminta pandangan dan masukan mengenai perkembangan situasi. Ini menjadi perbedaan mencolok dibandingkan enam pertemuan sebelumnya sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden untuk periode keduanya.
Laporan Politico menyebut pendekatan tersebut merupakan pengakuan tersirat bahwa Israel, khususnya Netanyahu, kini harus lebih berhati-hati dalam berurusan dengan Trump.
Dalam pembahasan mengenai Iran, Netanyahu juga tidak mendorong AS mengambil langkah tertentu. Dia hanya memaparkan berbagai kemungkinan skenario yang dapat terjadi tanpa merekomendasikan tindakan spesifik.
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas tiga opsi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Pilihan pertama adalah mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir Iran. Opsi kedua berupa peningkatan tekanan ekonomi melalui sanksi dan blokade, sedangkan opsi ketiga adalah meningkatkan operasi militer.
Perubahan dinamika hubungan kedua pemimpin ini menjadi perhatian media AS karena menunjukkan adanya pergeseran dalam pola komunikasi antara Washington dan Tel Aviv, terutama terkait kebijakan terhadap Iran.









