AS-Israel Bakal Serang Iran Lagi, Teheran Siapkan Pembalasan Tanpa Ampun

AS-Israel Bakal Serang Iran Lagi, Teheran Siapkan Pembalasan Tanpa Ampun

Terkini | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 03:01
share

TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah mempersiapkan serangan militer terbaru terhadap Iran. Menanggapi kabar tersebut, Teheran menegaskan telah menyiapkan rencana pembalasan besar-besaran yang akan menyasar infrastruktur penting Israel serta kepentingan energi AS di kawasan jika serangan benar-benar dilancarkan.

Seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan negaranya telah menyusun rencana komprehensif untuk merespons setiap aksi militer AS maupun Israel. Menurut dia, seluruh target strategis telah dipetakan dan Iran siap menjalankan operasi balasan kapan saja apabila diserang.

"Kami telah menyiapkan rencana komprehensif untuk membalas, mencakup infrastruktur penting di Israel dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan, dan kami siap untuk melaksanakannya," ujar pejabat tersebut kepada kantor berita Tasnim. Dia juga mengeklaim Iran memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk membalas setiap serangan AS-Israel.

Sebelumnya, stasiun televisi CBS News, mengutip sumber pejabat Gedung Putih, melaporkan bahwa militer AS dan Israel berpotensi melancarkan pengeboman intensif terhadap infrastruktur energi Iran. Operasi tersebut bahkan disebut-sebut bisa dilakukan pada akhir pekan ini.

Laporan itu menyebutkan serangan kemungkinan dirancang berlangsung singkat agar tidak memicu dampak ekonomi global yang lebih luas. Operasi gabungan tersebut diperkirakan selesai sebelum pasar keuangan dibuka pada Senin (3/8/2026), meski belum ada tenggat waktu pasti.

Sumber pejabat Gedung Putih mengatakan Israel telah mendapat pengarahan dan terus berkoordinasi dengan Washington. Namun hingga kini Presiden Donald Trump belum mengeluarkan perintah resmi untuk memulai operasi militer tersebut.

Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengatakan kepada CBS News bahwa pemerintahnya belum mengetahui adanya keputusan untuk melanjutkan operasi militer skala penuh terhadap Iran dan belum diminta bergabung dalam serangan.

Sebelumnya, dalam pertemuan kabinet di Camp David, Trump menyatakan militer AS akan kembali menyerang Iran.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras. Pada satu titik, mereka akan mengatakan, 'Kami tidak tahan lagi'," kata Trump.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, mengatakan militer AS telah berada dalam kondisi siaga. Namun dia menolak membahas target-target serangan sebelum Trump mengambil keputusan akhir.

Meski demikian, laporan CBS News mengungkap pembangkit listrik dan kilang minyak Iran menjadi sasaran yang paling mungkin diserang. Bahkan beberapa pejabat AS disebut mengusulkan agar pasokan listrik ke Ibu Kota Teheran diputus sebagai bagian dari operasi tersebut.

Menanggapi berbagai laporan media AS mengenai rencana serangan terbaru itu, pejabat keamanan Iran memperingatkan bahwa setiap upaya menyerang negaranya merupakan tindakan yang sangat ceroboh dan akan dibalas dengan kekuatan penuh.

Topik Menarik