BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara terkait Video Viral Calon Karyawan Berjalan di Atas Api
JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial para peserta video calon karyawan BPJS Ketenagakerjaan menjalani pelatihan dengan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api. Aksi tersebut mendapat berbagai respons dari warganet, salah satunya terkait dengan urgensi kegiatan itu.
Merespons hal itu, manajemen BPJS Ketenagakerjaan menyebut bahwa aktivitas berjalan di atas bara api bukan materi utama maupun kewajiban dalam program Orientasi Pegawai Baru (OPK).
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan menjelaskan, Program OPK merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia BPJS Ketenagakerjaan.
"Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai-nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta," ucap Erfan dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Dia menambahkan, pelaksanaan OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan terukur melalui berbagai metode pembelajaran yang saling melengkapi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
"Pendekatan tersebut bertujuan membangun kompetensi teknis, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sebagai bekal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.
Erfan mengatakan, kegiatan calon karyawan yang berjalan tanpa alas kaki di atas bara api merupakan salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan program.
"Aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK, melainkan salah satu pendekatan dalam membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta," ucapnya.
Dia memastikan seluruh rangkaian Program OPK dilaksanakan dengan pendampingan instruktur yang kompeten, melalui prosedur yang telah dipersiapkan, serta mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan peserta.
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
"BPJS Ketenagakerjaan menghargai berbagai masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan. Evaluasi akan terus dilakukan agar setiap metode pembelajaran yang diterapkan tetap selaras dengan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang profesional, menjunjung tinggi aspek keselamatan, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik," ujarnya.
Dia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen membentuk insan yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Pihaknya meyakini bahwa kualitas pelayanan kepada peserta sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
"Karena itu, setiap proses pengembangan calon karyawan akan terus dilaksanakan secara bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada terwujudnya pelayanan terbaik bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," kata dia.
Sebelumnya, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah peserta yang diduga calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api.
Para peserta tampak mengenakan seragam hijau lengan panjang, celana hitam, topi, dan tanda pengenal. Pelatihan tersebut terlihat berlangsung di area terbuka.
Para peserta terdengar meneriakkan yel-yel, "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya" sebelum melintasi bara api. Setelah berhasil melewati bara api, mereka langsung memasukkan kaki ke dalam ember berisi air.
Selain itu, dalam video terlihat sejumlah pria mengenakan seragam loreng. Salah satu orang terlihat menyemprotkan cairan yang diduga sebagai bahan bakar ke bara api sebelum para peserta berjalan di atasnya.










