Tangan Kebas hingga Sulit Digerakkan setelah Tidur, Kenali Gejala Saturday Night Palsy
JAKARTA, iNews.id – Pernah terbangun dari tidur dan mendapati tangan terasa kebas, lemas, bahkan sulit digerakkan? Kondisi yang sering membuat panik ini ternyata bisa disebabkan oleh Saturday Night Palsy, yaitu gangguan sementara pada saraf akibat tekanan berkepanjangan saat tidur.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan Saturday Night Palsy umumnya terjadi ketika saraf radial di lengan mengalami penekanan dalam waktu lama. Kondisi ini sering dipicu oleh posisi tidur yang kurang tepat, misalnya saat lengan tertindih kepala sendiri atau orang lain.
"Pernah mengalami lengan kebas dan tidak bisa digerakkan seperti di video ini? Kondisi ini namanya Saturday Night Palsy yang disebabkan oleh penekanan berkepanjangan pada saraf di lengan," tulis dr. Adam dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Dia menjelaskan, tekanan yang terjadi dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah ke saraf radial sekaligus memberikan tekanan mekanis. Akibatnya, fungsi saraf terganggu untuk sementara waktu.
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
"Bila seseorang tidur lama di atas lengan kalian, maka tekanan bisa terjadi di saraf radial yang dapat berujung pada penurunan aliran darah dan penekanan secara mekanik ke saraf," katanya.
Gangguan pada saraf radial tersebut dapat memunculkan berbagai gejala, mulai dari tangan terasa lemah, sulit digerakkan, hingga mati rasa dan kesemutan yang menjalar dari siku ke punggung tangan.
"Efeknya adalah terjadi blokir saraf sementara, tanpa kerusakan saraf yang permanen. Keluhan yang dapat muncul antara lain, kelemahan pada tangan dan jari-jari dan mati rasa dan kesemutan mulai dari siku hingga punggung tangan," ujarnya.
Meski gejalanya dapat terasa mengkhawatirkan, dr Adam mengatakan sebagian besar kasus Saturday Night Palsy tidak menyebabkan kerusakan saraf permanen. Kondisi tersebut biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah tekanan pada saraf hilang dan aliran darah kembali normal.
Namun, dia mengingatkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih lama apabila tekanan pada saraf terjadi dalam waktu yang sangat lama atau dengan intensitas yang berat.
"Mayoritas Saturday Night Palsy akan sembuh dengan sendirinya, namun bila tekanannya sangat lama dan/atau berat, pemulihan bisa berjalan lebih lama," katanya.
Sebab itu, menjaga posisi tidur agar tidak memberikan tekanan berkepanjangan pada lengan menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko terjadinya Saturday Night Palsy. Apabila kelemahan atau mati rasa tidak kunjung membaik, disertai nyeri hebat, atau semakin parah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.










