Waspada! Kebiasaan Anak Jajan Sembarangan Bisa Picu Kerusakan Ginjal sejak Dini

Waspada! Kebiasaan Anak Jajan Sembarangan Bisa Picu Kerusakan Ginjal sejak Dini

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 20:06
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan anak membeli jajanan berwarna-warni di sekitar sekolah ternyata tidak bisa dianggap sepele. Di balik tampilannya yang menarik, sebagian makanan dan minuman tersebut berpotensi mengandung zat yang dapat membahayakan kesehatan ginjal apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Tak hanya jajanan, konsumsi jamu atau obat tradisional tanpa kejelasan kandungan juga menjadi perhatian para dokter. Produk-produk tersebut dikhawatirkan mengandung bahan yang bersifat nefrotoksik atau dapat merusak jaringan ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengatakan masyarakat masih kurang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia dini. Padahal, jumlah pasien gagal ginjal terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut dr. Mutalib, selain penyakit seperti diabetes dan hipertensi, pola konsumsi makanan serta minuman sehari-hari juga berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal.

"Banyak makanan dan obat-obatan atau jamu yang bersifat nefrotoksik. Orang tua harus aware agar anak-anak tidak jajan sembarangan," ujar dr. Mutalib saat Peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sejumlah makanan maupun minuman yang mengandung bahan tambahan tertentu, termasuk pewarna yang tidak aman, dapat memberikan beban berlebih pada ginjal. Jika dikonsumsi berulang dalam waktu lama, zat-zat tersebut berpotensi menurunkan fungsi ginjal secara perlahan.

Karena itu, orang tua dianjurkan lebih selektif dalam memilih makanan untuk anak. Membiasakan anak membawa bekal dari rumah, memperhatikan izin edar produk, hingga mengurangi konsumsi makanan dengan warna mencolok dapat menjadi langkah sederhana untuk melindungi kesehatan ginjal mereka.

Jamu Sembarangan Juga Tidak Selalu Aman

Selain jajanan, dr. Mutalib mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi jamu atau obat herbal yang tidak jelas komposisi maupun proses pembuatannya.

Masih banyak anggapan bahwa semua produk herbal pasti aman karena berasal dari bahan alami. Padahal, jika kandungannya tidak diketahui atau bahkan dicampur bahan kimia tertentu, risiko kerusakan ginjal tetap dapat terjadi.

Oleh sebab itu, masyarakat disarankan hanya mengonsumsi obat maupun jamu yang memiliki izin edar dan digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Batu Ginjal Bisa Kambuh Meski Sudah Diobati

Dalam kesempatan yang sama, dr. Mutalib juga mengingatkan pasien yang pernah mengalami batu ginjal agar tidak berhenti melakukan pemeriksaan setelah menjalani pengobatan.

Menurutnya, batu ginjal memiliki risiko muncul kembali apabila pasien tidak menjaga pola hidup sehat serta tidak melakukan kontrol secara rutin.

"Pasien harus tetap kontrol meski batu sudah ditangani, karena batu bisa terbentuk lagi," katanya.

Ia menambahkan, menjaga asupan cairan, menerapkan pola makan sehat, serta menjalani pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan.

Penyakit Ginjal Kerap Datang Tanpa Gejala

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit ginjal adalah gejalanya yang sering tidak muncul pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui fungsi ginjalnya menurun ketika kondisinya sudah memasuki stadium lanjut.

Karena itu, dr. Mutalib menekankan pentingnya deteksi dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko maupun kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat.

Dengan mengenali faktor risiko sejak awal, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mencegah penyakit ginjal kronis yang dapat berujung pada kebutuhan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Pesan utamanya sederhana namun penting, jangan hanya memperhatikan rasa dan tampilan makanan. Memastikan keamanan jajanan yang dikonsumsi anak serta tidak sembarangan mengonsumsi jamu merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan ginjal sepanjang hayat.

Topik Menarik