IMI Evaluasi Total usai Tribune Kejurnas Drifting Purwokerto Ambruk, Keselamatan Jadi Prioritas
JAKARTA, iNews.id – Ikatan Motor Indonesia (IMI) memastikan penanganan korban insiden tribune ambruk pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas menjadi prioritas utama. Organisasi otomotif tersebut juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan penyelenggaraan ajang drifting di Indonesia.
Pengurus IMI Pusat menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa penonton dan pecinta drifting saat Kejurnas Drifting berlangsung di Purwokerto. IMI turut mendoakan seluruh korban agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Ketua Umum Pengurus IMI Pusat, Moreno Soeprapto, menegaskan keselamatan korban menjadi perhatian utama organisasi sebelum melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan kompetisi.
"Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga sembuh total. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Banyumas, Polresta Banyumas, dan seluruh tim medis yang bergerak sangat cepat di lapangan. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi total bagi Pengurus IMI Pusat," kata Moreno.
"Drifting telah tumbuh menjadi industri olahraga yang luar biasa di Indonesia, dan kami berkomitmen penuh untuk memperketat standar keselamatan agar ekosistem ini tetap aman, profesional, dan semakin maju bagi seluruh penikmat otomotif tanah air."
Dalam proses penanganan insiden, IMI menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada Polresta Banyumas. Organisasi tersebut juga mendukung penuh proses hukum dan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun secara transparan serta akurat.
Selain mendukung penyelidikan, IMI terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, terutama bersama Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., serta pihak penyelenggara guna memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang optimal.
Jumlah Korban Rawat Inap Terus Menurun
Berdasarkan data pemantauan hingga Rabu, 29 Juli 2026, kondisi para korban menunjukkan perkembangan positif. Dari total 90 penonton yang sempat menjalani perawatan, jumlah pasien rawat inap turun cukup signifikan.
Pada 27 Juli tercatat terdapat 41 korban yang masih menjalani rawat inap. Dua hari kemudian, jumlah tersebut berkurang menjadi 16 pasien yang dirawat di RS DKT Wijaya Kusuma, RS Elisabeth, RS Geriyatri, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi, RS Orthopedi, RS Margono, RS Sinar Kasih, RS JIH, dan RSUD Banyumas.
Pengurus IMI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus P. Silalahi, serta seluruh tenaga medis di 11 rumah sakit rujukan yang bergerak cepat menangani para korban sejak insiden terjadi.
IMI Siapkan Evaluasi Besar Standar Keselamatan
Sebagai tindak lanjut, IMI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan penyelenggaraan Kejurnas Drifting. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan seluruh penonton, peserta, serta pihak yang terlibat dalam setiap ajang otomotif nasional.
IMI menilai olahraga drifting berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu sektor sport industry yang memiliki potensi besar di Indonesia. Karena itu, peningkatan standar keselamatan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem olahraga tersebut.









