Alasan Erick Thohir Dukung Penjualan Hak Komersial Piala Dunia, Demi Sepak Bola Indonesia

Alasan Erick Thohir Dukung Penjualan Hak Komersial Piala Dunia, Demi Sepak Bola Indonesia

Olahraga | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 08:32
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap alasan mendukung rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia. Dia menilai dana dari kebijakan tersebut sangat penting untuk melanjutkan transformasi sepak bola Indonesia.

Dalam wawancara dengan Sky News, Erick menegaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memiliki valuasi 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp361,02 triliun dapat menjadi sumber pendanaan baru bagi pengembangan sepak bola di Tanah Air.

Menurut Erick, perubahan besar yang terjadi dalam sepak bola Indonesia selama tiga tahun terakhir membutuhkan dukungan finansial agar tidak terhenti di tengah jalan.

"Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir - telah dibersihkan," kata Erick Thohir.

"Ranking tim nasional naik dari 174 menjadi 118 - untuk melanjutkan transformasi ini dibutuhkan pendanaan," lanjutnya.

Dana Dinilai Jadi Kunci Melanjutkan Transformasi

Erick menilai investasi baru melalui FIFA Forward Enterprise bisa membantu negara-negara anggota FIFA memperoleh dukungan finansial untuk meningkatkan kualitas sepak bola masing-masing.

Dia juga mengingatkan Indonesia telah menjalin kerja sama erat dengan FIFA. Tahun lalu, Erick bersama Presiden FIFA Gianni Infantino meresmikan FIFA Hub di Jakarta yang disebut sebagai langkah bersejarah bagi perkembangan sepak bola Asia Tenggara dan Asia Timur.

Selain itu, analisis terbaru menunjukkan rencana FIFA memperluas peserta Piala Dunia putra dari 48 menjadi 64 negara berpotensi meningkatkan peluang Indonesia tampil di ajang tersebut jika mengacu pada peringkat FIFA saat ini.

Menanggapi kritik yang menyebut FIFA menyerahkan aset komersial paling berharga kepada investor swasta, Erick menilai praktik serupa sudah diterapkan banyak federasi sepak bola dalam mengelola kompetisi domestik maupun turnamen lain.

"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana," ujar Erick.

Rencana FIFA Tetap Menuai Penolakan

Meski mendapat dukungan dari Erick Thohir, proposal FIFA masih menuai penolakan dari berbagai pihak. UEFA menjadi salah satu konfederasi yang paling keras mengkritik rencana tersebut. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyampaikan "keprihatinan mendalam" terhadap proposal tersebut.

Rencana FIFA menawarkan pembagian dana sebesar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp722,04 miliar kepada masing-masing dari 211 federasi anggota apabila proposal disetujui sebelum pertengahan September.

Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat sorotan karena menyusun proposal itu secara tertutup. Sebuah dana investasi yang dikelola saudara dari menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah dipersiapkan menjadi investor utama dengan suntikan modal 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75,81 triliun.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), tempat PSSI bernaung, juga meminta FIFA memberi waktu lebih panjang sebelum mengambil keputusan. AFC menilai seluruh anggota perlu melakukan kajian hukum, tata kelola, konsultasi, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penjualan hak komersial Piala Dunia tersebut.

Menanggapi kritik yang terus berkembang, Gianni Infantino menegaskan proses tersebut masih berada pada tahap konsultasi dan menyebut sepak bola tidak akan berubah akibat transaksi itu. Sementara itu, Uni Eropa menyatakan akan menyelidiki rencana penjualan hak komersial Piala Dunia FIFA.

Topik Menarik