Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Kapitalisasi Pasar Nyaris 5 Triliun Dolar AS

Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Kapitalisasi Pasar Nyaris 5 Triliun Dolar AS

Terkini | inews | Kamis, 30 Juli 2026 - 04:17
share

CALIFORNIA, iNews.id - Apple Inc untuk pertama kalinya hampir menyentuh kapitalisasi pasar senilai 5 triliun dolar AS pada perdagangan, Selasa (29/7/2026). Hal ini terjadi sehari setelah produsen iPhone itu mengungguli Nvidia sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia.

Saham Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pada Kamis (31/7/2026), melonjak sekitar 25 persen sepanjang tahun ini. Kenaikan ini mengungguli perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar lainnya.

Melansir CNBC, pada perdagangan Selasa, saham Apple sempat menyentuh level tertinggi 342,89 dolar AS sebelum akhirnya sedikit melemah. Saham ditutup di level 340,08 dolar AS, sehingga kapitalisasi pasarnya kembali berada di angka 4,99 triliun dolar AS atau setara Rp90,15 kuadriliun.

Di tengah derasnya investasi perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft yang menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Apple justru mempertahankan belanja modal (capex) pada level yang relatif rendah.

Apple memilih memanfaatkan layanan komputasi awan (cloud) dan teknologi AI milik Google dibanding membangun seluruh infrastrukturnya sendiri.

Pada tahun 2025, strategi tersebut sempat membuat Apple tertinggal dibanding perusahaan teknologi lain karena investor khawatir perusahaan terlambat memanfaatkan tren AI. Kekhawatiran juga muncul akibat penundaan peluncuran Siri generasi terbaru yang baru akan hadir pada musim gugur tahun ini bersamaan dengan peluncuran iPhone terbaru.

Persaingan antara Apple dan Nvidia menjadi simbol perebutan gelar perusahaan paling bernilai di dunia.

Nvidia, yang memasok chip grafis (GPU) untuk sebagian besar model AI generatif, menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS pada Oktober lalu. Namun, sepanjang tahun ini saham Nvidia hanya naik sekitar 6 persen, jauh di bawah kenaikan saham Apple.

Di sisi lain, saham Apple terus menguat meski perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produknya akibat lonjakan biaya memori dan penyimpanan global.

Luncurkan Program Sewa iPhone

Pada Selasa, Apple juga mengumumkan program baru bernama Upgrade yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat (AS) menyewa iPhone dan produk Apple lainnya, alih-alih membeli secara langsung.

Sebelumnya, pada bulan lalu Apple telah mengerek harga MacBook dan iPad. Langkah ini menjadi kebijakan resmi pertama perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat dihindari.

Laporan keuangan yang akan disampaikan pada Kamis nanti juga menjadi kesempatan yang terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO Apple. Posisi itu selanjutnya akan diisi oleh John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjabat mulai 1 September 2026.

Topik Menarik