Kemenkes Ungkap Dokter Muda yang Tewas di Kalibata Punya Masalah Kesehatan Jiwa
Catatan redaksi: Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk berspekulasi mengenai penyebab kematian. Apabila Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional atau krisis kesehatan mental, segera cari dukungan dari keluarga, sahabat, atau tenaga kesehatan profesional. Bantuan tersedia dan Anda tidak perlu menghadapinya sendiri.
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan membeberkan hasil investigasi meninggalnya dokter internship dr SZM yang jatuh dari lantai 18 apartemen di Kalibata, Jakarta. Inspektur Investigasi Kemenkes, Hendra Teja mengungkapkan SZM memiliki permasalahan kesehatan jiwa.
"Ternyata kami mendapatkan informasi dari hasil kegiatan investigasi kami, saudara SZM ini memiliki permasalahan kesehatan jiwa dan diberikan terapi obat secara teratur," ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Kemenkes melakukan klarifikasi, konfirmasi dan sebagainya. Dokter muda itu diketahui melaksanakan program internship di RS Sentra Medika Hospital, Depok, Jawa Barat dan lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas).
"Berdasarkan hasil profiling, beliau ketika melaksanakan tugas internsip ini bertempat tinggal di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Beliau sehari-harinya pulang pergi ke RS Sentra Medika (Jakarta-Depok) menggunakan kendaraan dalam jangka waktu tempuhnya sekitar 40 menit.
SZM sejatinya menjalani program internship selama setahun. Dalam jangka waktu awal atau enam bulan pertama, dia ditugaskan di RS tersebut. Setelah selesai, dia bakal ditugaskan ke puskesmas di wilayah Depok. Sebelum internship, Siti melalui pemeriksaan kesehatan dengan hasil jasmani atau fisiknya sehat.
Kemenkes melihat tidak terdapat kelebihan jam kerja yang dijalani SZM.
"Beliau ini mendapatkan haknya, mendapatkan libur setelah jaga malam pada hari Minggu. Jadi masalah jam kerja kami melihat pada praktiknya di lapangan tidak ada terdapat kelebihan jam kerja dan beliau mendapatkan haknya untuk mendapatkan libur," katanya.










