Hasan Nasbi soal Prabowo Ungkit Londo Ireng: Bukan Berarti Semua LSM dan Wartawan, Itu Maksa

Hasan Nasbi soal Prabowo Ungkit Londo Ireng: Bukan Berarti Semua LSM dan Wartawan, Itu Maksa

Terkini | inews | Rabu, 29 Juli 2026 - 15:30
share

JAKARTA, iNews.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi menjelaskan maksud ucapan Presiden Prabowo Subianto yang mengungkit soal 'londo ireng'. Prabowo sebelumnya menyampaikan londo ireng masih ada dan kini memakai baju wartawan, pengamat hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Hasan menegaskan, pernyataan itu tidak ditujukan untuk semua jurnalis maupun LSM. Menurutnya, pernyataan itu merujuk pada oknum tertentu yang memanfaatkan profesi tersebut demi kepentingan pihak asing.

"Bukan berarti semua LSM, wartawan dan pengamat adalah londo ireng. Itu namanya memaksakan contraflow ya. Memaksakan jalan dua arah di jalan satu arah, dan itu pelanggaran," kata Hasan dalam unggahan video di media sosial, Rabu (29/7/2026).

Dia menyinggung, orang yang contraflow itu selama ini merasa menjadi pejuang yang punya misi suci untuk menegakkan kebenaran.

"Orang yang contraflow malah lebih galak daripada kita yang sedang berada di jalan yang benar," ujar Hasan.

Hasan menegaskan, di dunia kebebasan berekspresi, maka kebebasan berpendapat berlaku dua arah.

"Anda boleh mengata-ngatai pemerintah, tapi pemerintah juga boleh dong mengkritik Anda. Pemerintah juga boleh dong meluruskan supaya hal-hal yang tidak benar selama ini itu juga bisa menjadi benar," kata Hasan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberadaan pihak-pihak yang disebutnya sebagai 'londo ireng' saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

Prabowo awalnya menyoroti pemberitaan media yang menurutnya lebih banyak mengangkat sisi negatif, meski pemerintah telah melakukan berbagai pembangunan, termasuk renovasi puluhan ribu sekolah.

“Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita nggak ngerti,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjunjung demokrasi dan tidak antikritik. Namun, dia menegaskan pemerintah memahami adanya pihak-pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.

Prabowo kemudian menyebut kelompok tersebut sebagai 'londo ireng', istilah yang menurutnya merujuk pada orang-orang Indonesia yang dahulu berpihak kepada Belanda dan melawan bangsa sendiri.

“Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM,” kata Prabowo.

Topik Menarik