Jakarta Hampir 3 Minggu Tanpa Hujan, Pramono bakal Modifikasi Cuaca
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk menghadapi dampak kemarau panjang yang mulai dirasakan sejumlah daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan langkah tersebut untuk membantu mendatangkan hujan di Ibu Kota jika kondisi memang membutuhkan.
"Yang jelas Pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga sudah melakukan persiapan kalau memang diperlukan," ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta selama ini menggunakan operasi modifikasi cuaca ketika musim hujan untuk mengendalikan turunnya hujan.
Namun, menghadapi kondisi kemarau panjang, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan tujuan berbeda, yakni membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan.
"Kalau selama ini kan kita mengatur hujan supaya tidak hujan, ini dalam waktunya kalau memang diperlukan Pemerintah DKI Jakarta akan mengatur supaya hujan," kata dia.
Eks Sekretaris Kabinet ini mengatakan kemarau panjang mulai menimbulkan dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena daerah yang mengalami kekeringan berada di sekitar wilayah atas Jakarta dan berpotensi memengaruhi kondisi Ibu Kota.
"Karena memang sudah hampir tiga minggu tidak ada hujan, di beberapa tempat terjadi kekeringan, yang paling utama sebenarnya di atas Jakarta yang terjadi kekeringan, tetapi tentunya ini juga berpengaruh bagi Jakarta," jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan siap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas fenomena kemarau panjang. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi terhadap potensi dampak kekeringan.
Sementara itu, dampak kemarau panjang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan melanda wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026).
Kekeringan di Kabupaten Bandung Barat berdampak terhadap 175 kepala keluarga atau 520 jiwa. Wilayah yang terdampak berada di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar.









