Kapal Angkut Oli Tenggelam Dihantam Ombak Tinggi di Indramayu, 3 ABK Hilang

Kapal Angkut Oli Tenggelam Dihantam Ombak Tinggi di Indramayu, 3 ABK Hilang

Nasional | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 15:32
share

INDRAMAYU, iNews.id – Kapal motor atau KM Ratna Ningsih yang membawa muatan 11 drum oli serta empat penumpang karam dihantam ombak besar di perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Insiden tersebut menyebabkan tiga anak buah kapal (ABK) hilang tenggelam, sementara sang nakhoda kapal berhasil menyelamatkan diri dari maut. 

Berdasarkan laporan di lapangan, kapal KM Ratna Ningsih yang dinakhodai oleh Warnita awalnya bertolak dari pelabuhan Desa Majakerta menuju area perairan laut Balongan, Indramayu. Kapal tersebut membawa tiga ABK dan mengangkut muatan 11 drum oli yang rencananya akan disuplai ke sebuah kapal tanker di tengah laut. 

Namun, saat melintas di perairan tujuan, cuaca buruk mendadak menerjang. Terjangan gelombang tinggi disertai angin kencang menghantam bodi kapal secara bertubi-tubi hingga mengakibatkan kapal oleng dan tenggelam ke dasar laut. 

Sang nakhoda, Warnita, berhasil selamat usai bertahan di tengah gulungan ombak, sedangkan tiga orang ABK terseret arus dan belum ditemukan. 

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR Gabungan dari unsur Basarnas, TNI AL, dan Polairud terus menyisir perairan Indramayu. Area pencarian kini resmi diperluas hingga ke wilayah Laut Parean dengan jarak jangkau mencapai 50 mil dari Titik Kejadian Perkara (TKP). 

Kendati demikian, operasi penyisiran di lapangan masih dihadapkan pada kendala tinggi gelombang dan tiupan angin kencang yang membatasi pergerakan armada penolong. 

Komandan Pos SAR Cirebon, Syarief mengatakan, masih berkoordinasi erat dengan berbagai unsur maritim serta nelayan setempat untuk mempercepat penemuan para korban. 

"Pencarian di hari ketiga ini kami perluas jangkauannya hingga ke perairan Parean sejauh 50 mil dari TKP. Kendala utama di lapangan masih terkait faktor cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta angin kencang. Kami terus memaksimalkan koordinasi dan kekuatan personel agar ketiga korban ABK dapat segera ditemukan," kata Komandan Pos SAR Cirebon, Syarief, Selasa (28/7/2026).

Satpolairud Polres Indramayu mengimbau kepada seluruh nelayan dan penyedia jasa transportasi laut di perairan utara Jawa Barat untuk selalu memantau prakiraan cuaca BMKG dan menunda pelayaran jika kondisi gelombang tidak memungkinkan.

Topik Menarik