Prabowo Panggil Menhut hingga Kepala BMKG, Bahas Potensi dan Pencegahan Karhutla
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga kepala lembaga ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7/2026), untuk membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang musim kemarau.
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, pejabat yang hadir antara lain Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dan Kabasarnas Marsda M. Syafi'i. Selain itu, hadir juga Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BRIN Arif Satria, dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
"Saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan pada Selasa.
Raja Juli menjelaskan, berdasarkan hasil prediksi BMKG, siklus El Nino terjadi lebih cepat. Karenanya, perlu ada upaya antisipasi yang dilakukan.
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
"Seperti kita ketahui, siklus El Nino itu kan terjadi empat tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini akan terjadi El Nino yang cepat, jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini," ujar dia.
"Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi, dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjut dia.
Ia menilai, karhutla perlu dicegah karena bisa berdampak pada masyarakat.
"Kita tahu ya karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup misalkan dulu ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karhutla ini," jelas dia.









