Kebijakan Perang Iran Trump Tak Populer, Demokrat Berpotensi Kuasai DPR dan Senat AS

Kebijakan Perang Iran Trump Tak Populer, Demokrat Berpotensi Kuasai DPR dan Senat AS

Terkini | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 06:54
share

WASHINGTON, iNews.id - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menangani perang melawan Iran dinilai menjadi salah satu isu yang dapat memengaruhi hasil pemilu paruh waktu (midterm) AS pada November mendatang. Para ahli strategi Partai Republik bahkan mengkhawatirkan perang yang tidak populer tersebut akan menggerus perolehan suara partai, sehingga membuka peluang bagi Partai Demokrat untuk menguasai DPR maupun Senat.

Trump mengakui dirinya ingin mengelola konflik dengan Iran secara hati-hati agar tidak memberikan dampak politik yang besar terhadap pemilu paruh waktu. Pemilu tersebut akan menentukan komposisi DPR dan Senat AS yang saat ini masih dikuasai Partai Republik.

"Terlepas dari apa yang disampaikan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kita harus melakukannya dengan benar," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (28/7/2026).

Trump berpotensi menghadapi hambatan besar apabila Demokrat berhasil merebut salah satu atau bahkan kedua majelis Kongres. Kondisi tersebut akan mempersulit pemerintahannya dalam menjalankan agenda selama dua tahun sisa masa jabatan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul kembali upaya pemakzulan terhadap dirinya.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Trump mengeklaim Iran menunjukkan keseriusan untuk kembali berunding demi menghidupkan kembali gencatan senjata. Perang antara AS dan Iran kembali pecah sejak 7 Juli lalu setelah kedua negara berselisih mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Kami sedang berbicara dengan mereka saat ini. Saya kira mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas,” kata Trump

“Saya kira mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat. Tapi itu tidak berarti kita berhenti sampai di sana. Kita lihat saja apa yang terjadi,” lanjutnya.

Trump juga menegaskan belum memutuskan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran meskipun militer AS telah berada dalam kondisi siap siaga.

“Kita bisa membawa hal itu ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika mau, kita siap untuk melakukannya. Kita siap siaga dan siap untuk bertindak,” tuturnya.

Topik Menarik