Ini Alasan Trump Hentikan Serangan ke Iran

Ini Alasan Trump Hentikan Serangan ke Iran

Terkini | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 07:10
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap alasan di balik keputusan menghentikan serangan terhadap Iran sejak akhir pekan lalu. Trump mengatakan penghentian operasi militer dilakukan setelah adanya permintaan dari negara-negara mediator yang tengah berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka.

Trump menegaskan, AS masih ingin memberi kesempatan bagi perundingan gencatan senjata dengan Iran. Meski demikian, dia memperingatkan bahwa operasi militer akan kembali dilanjutkan dengan intensitas lebih besar apabila proses negosiasi kembali menemui jalan buntu.

“Semua orang yang berurusan dengan Iran meminta saya, 'Jangan menembak',” kata Trump, saat diwawancarai stasiun televisi Israel, Channel 12, Selasa (28/7/2026).

Trump menambahkan, jendela diplomatik saat ini sangat sempit sehingga pembicaraan harus segera menghasilkan kemajuan. Jika tidak, menurut dia, peluang penyelesaian damai bisa hilang dan konflik kembali memanas.

Presiden AS itu juga menegaskan siap melanjutkan serangan terhadap Iran apabila perundingan gencatan senjata gagal.

“Jika tidak berhasil, kita akan kembali ke aksi militer yang sangat keras,” ujar Trump.

Ancaman terbaru terhadap Iran itu disampaikan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan AS, Israel, dan Iran.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari dengan alasan menghentikan program nuklir Teheran. Konflik kemudian mereda setelah Pakistan memediasi gencatan senjata pada April.

Selanjutnya, pada 17 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar untuk melanjutkan perundingan sekaligus mengupayakan penghentian perang secara permanen.

Namun, ketegangan kembali meningkat pada awal Juli akibat perbedaan pendapat mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Topik Menarik