Carok 2 Lawan 1 di Sampang Madura, Ketiganya Luka-Luka Bersimbah Darah

Carok 2 Lawan 1 di Sampang Madura, Ketiganya Luka-Luka Bersimbah Darah

Nasional | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 00:33
share

SAMPANG, iNews.id - Perkelahian senjata tajam melibatkan dua orang melawan satu terjadi di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Akibat kejadian tersebut, ketiganya sama-sama mengalami luka-luka bersimbah darah  dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Ketiga orang yang terlibat duel masing-masing berinisial S (60), HR (51), dan H. Mereka mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, antara lain paha, tangan, serta bagian belakang kepala.

Informasi dirangkum iNews, kejadian bermula ketika S mengendarai sepeda motor di Jalan Desa Masaran. Saat itu, dia berpapasan dengan HR yang sedang berboncengan bersama temannya.

Motor HR kemudian diduga menabrak kendaraan S. Peristiwa tersebut memicu cekcok mulut yang berlanjut menjadi perkelahian antara keduanya.

Pertikaian awal sempat dihentikan setelah teman HR melerai kedua pihak. HR kemudian pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada anggota keluarganya berinisial H.

Mendengar cerita itu, H diduga tersulut emosi. HR dan H kemudian mencari keberadaan S hingga menemukannya sedang seorang diri di sebuah bengkel motor.

Pertemuan tersebut kembali memicu pertengkaran. Perkelahian dua lawan satu menggunakan senjata tajam pun terjadi di sekitar bengkel.

Ketiganya sama-sama mengalami luka serius. Warga kemudian membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Seorang warga bernama Moh Hasan mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari gesekan kendaraan yang memicu pertengkaran.

“Saya dengar terjadi carok penyebabnya karena ada gesekan saat berkendara motor, lalu terjadi cekcok dan pertengkaran. Tiga korban sama-sama terluka dan dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Selain persoalan di jalan, muncul dugaan bahwa perkelahian turut dipicu sakit hati. HR disebut pernah melarang S menjalin hubungan asmara dengan ibu kandungnya.

Namun, dugaan motif tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan kepolisian. Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Sampang untuk mengungkap kronologi, motif, dan peran masing-masing pihak.

Topik Menarik