Guardiola Tolak Timnas Italia, Pirlo Jadi Taruhan Empat Tahun di Tengah Kritik Keras

Guardiola Tolak Timnas Italia, Pirlo Jadi Taruhan Empat Tahun di Tengah Kritik Keras

Olahraga | inews | Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30
share

ROMA, iNews.id – Andrea Pirlo berada di ambang menjadi pelatih Timnas Italia setelah Pep Guardiola menolak tawaran Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Namun, proses pencarian pelatih baru Gli Azzurri memicu kritik dari Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, terutama karena pendekatan kepada Guardiola terlanjur dibuka ke publik sebelum kesepakatan tercapai.

Pirlo diperkirakan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun atau hingga Piala Dunia 2030. Kesepakatan dengan mantan gelandang Juventus dan AC Milan itu disebut hampir rampung, meski pengumuman resmi dari FIGC belum keluar.

Nama Pirlo menguat setelah Guardiola menolak proyek Timnas Italia karena alasan pribadi. Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, dan penasihat Leonardo sebelumnya terbang ke Barcelona untuk menawarkan proyek pembangunan kembali sepak bola Italia kepada mantan pelatih Manchester City tersebut.

Maldini dan Leonardo kemudian mengungkap pertemuan itu dalam konferensi pers. Maldini juga mengakui telah berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum mengalihkan perhatian kepada Guardiola. Langkah membuka proses pendekatan tersebut menjadi perhatian Abodi.

“Saya tidak tahu apakah Guardiola telah memikirkan hal ini. Menurut saya, ketika sebuah opsi seperti ini disampaikan kepada publik, Anda harus memiliki tingkat keyakinan yang wajar untuk mencapai hasilnya. Jika tidak, lebih baik menyimpannya secara tertutup,” kata Abodi kepada Sky TG24 seperti dikutip TMW.


Pendekatan kepada Guardiola Disebut Perjudian

Abodi menilai perbedaan karakter antara Guardiola dan kandidat lain terlalu besar. Karena itu, dia menyebut keputusan membicarakan pendekatan tersebut secara terbuka tanpa kepastian jawaban sebagai langkah berisiko.

“Pilihan-pilihannya tampak sangat berjauhan sehingga mungkin merupakan perjudian untuk mengungkapkannya tanpa kepastian mendapat jawaban ya,” ujar Abodi.

“Perjudian selalu mengandung risiko. Karena itu, kami membutuhkan keputusan masuk akal, dan hanya lapangan yang akan menentukan apakah keputusan ini berpandangan jauh ke depan, mengingat kontraknya seharusnya berdurasi empat tahun,” ucapnya.

Meski mengkritik proses komunikasi FIGC, Abodi tidak ingin menghakimi penunjukan Pirlo sebelum sang pelatih bekerja. Dia berharap keputusan Presiden FIGC Giovanni Malagò bersama Maldini dan Leonardo mampu membawa Timnas Italia kembali ke jalur yang diharapkan.

“Saya tidak akan menyampaikan penilaian karena saya merupakan pendukung tim nasional. Saya berharap pilihan Presiden Malagò bersama Maldini dan Leonardo ini membawa kami kepada hasil yang diharapkan, dengan menyadari ini merupakan perjalanan jangka panjang,” kata Abodi.

“Pirlo memiliki pengalamannya sendiri sebagai pelatih dan telah menunjukkan kemampuannya. Saya berharap dia bisa kembali membuktikannya,” tuturnya.


Pirlo Harus Putus Kontrak dengan United FC

Pirlo saat ini masih terikat kontrak dengan United FC di Uni Emirat Arab. Dia harus mengakhiri kerja sama tersebut sebelum menandatangani kontrak bersama FIGC dan resmi mengambil alih kursi pelatih Azzurri.

Proses pelepasan Pirlo dari United FC diperkirakan tidak menemui hambatan besar. Agen sang pelatih sudah mengurus penyelesaian kontrak, sedangkan kesepakatan dengan Maldini dan Leonardo dilaporkan memasuki tahap akhir.

Pirlo sebelumnya pernah menangani Juventus, Fatih Karagumruk, dan Sampdoria. Prestasi terbaiknya sebagai pelatih hadir pada musim 2020-2021 saat membawa Juventus menjuarai Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Penunjukan Pirlo akan menjadi pertaruhan besar bagi proyek baru sepak bola Italia. Dia tidak hanya dituntut mengembalikan prestasi Gli Azzurri, tetapi juga harus menjawab keraguan setelah FIGC gagal mendapatkan Guardiola dan Ancelotti.

Lapangan pada akhirnya menjadi satu-satunya ukuran. Jika Pirlo mampu membangun kembali Timnas Italia, kritik terhadap proses penunjukannya dapat mereda. Namun, kegagalan akan membuat keputusan FIGC memilihnya untuk proyek empat tahun kembali dipertanyakan.

Topik Menarik