Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Tim nasionalIran menghadapi laga hidup-mati saat berjumpa Mesir pada laga pemungkas Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Seattle, Sabtu (27/6/2026) WIB. Bagi Tim Melli, hasil imbang saja sudah cukup menjaga asa mereka tetap hidup, sementara kekalahan akan mengakhiri perjalanan yang sejak awal sudah dipenuhi tantangan luar biasa.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke fase gugur. Ini menjadi penentu akhir dari perjalanan panjang yang dimulai sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel mengguncang Iran pada akhir Februari lalu.
Jika mampu menghindari kekalahan, Iran akan mencatat sejarah sebagai tim pertama negara tersebut yang berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia. Sebaliknya, jika tumbang, mereka harus kembali ke Teheran dengan kekecewaan karena kembali gagal menembus fase gugur.
Baca Juga:Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Menengok ke belakang. Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 berlangsung dalam situasi yang hampir belum pernah terjadi sepanjang sejarah turnamen. Ketika konflik bersenjata masih berlangsung di Teheran, keberangkatan skuad ke Amerika Utara bahkan sempat diragukan.Sejak akhirnya tiba di lokasi turnamen, perjalanan Iran terus menjadi perhatian dunia. Di balik perjuangan 26 pemain yang tengah mengejar prestasi terbesar dalam karier mereka, tersimpan persoalan identitas, patriotisme, hingga masa depan bangsa yang membelah masyarakat Iran.
Atmosfer tersebut begitu terasa dalam dua pertandingan pertama Iran di Stadion SoFi, Los Angeles. Ribuan warga diaspora Iran memadati stadion, namun tidak semuanya datang dengan tujuan yang sama.
Di luar stadion, kelompok anti-pemerintah menggelar aksi demonstrasi sambil meneriakkan slogan-slogan menentang rezim Iran, bahkan sebagian di antaranya juga menolak tim nasional. "Saya ingin mereka kalah," ujar Sarah Jahansouz dikutip dari NyTimes.
Baca Juga:20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Menurutnya, tim nasional saat ini lebih merepresentasikan Republik Islam daripada rakyat Iran. Namun pandangan berbeda datang dari demonstran lainnya, Shariyar Shoejahei."Tentu saja saya mendukung tim Iran. Ini adalah tim Iran, bukan tim Republik Islam," katanya sebelum memberikan dukungan kepada Team Melli.
Dukungan yang Terbelah
Perpecahan politik itu juga terasa di dalam stadion. Lagu kebangsaan Iran disambut sorakan keras, sebelum berubah menjadi dukungan penuh yang membantu tim bangkit dua kali dari ketertinggalan saat menghadapi Selandia Baru, lalu menahan Belgia demi meraih salah satu hasil terbaik dalam sejarah sepak bola Iran.Banyak pendukung juga mengenakan kaos dan membawa bendera dengan simbol Iran sebelum Revolusi 1979, meski atribut tersebut dilarang di dalam stadion Piala Dunia 2026. Penyerang senior Alireza Jahanbakhsh menegaskan bahwa Tim Melli berusaha berdiri di atas semua perbedaan politik.
"Kami bermain untuk seluruh rakyat Iran, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri, apa pun ideologi dan pandangan mereka," ujarnya.
Jelang laga melawan Mesir, Iran akhirnya mendapat izin memasuki Amerika Serikat lebih awal sehingga memiliki waktu persiapan yang lebih baik. Namun, sebagian anggota delegasi tetap harus bertahan di Meksiko.
Kini, seluruh perjuangan itu akan ditentukan dalam satu pertandingan. Hasil imbang atau kemenangan atas Mesir akan membawa Iran mencetak sejarah baru sekaligus memperpanjang perjalanan luar biasa mereka di Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, kekalahan akan mengakhiri kisah sebuah tim yang sejak awal harus bertanding bukan hanya melawan lawan di lapangan, tetapi juga melawan situasi yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.









