Karhutla di Jawa Meluas, Pembakaran Ranting dan Daun Kering Hanguskan 6,5 Ha Lahan
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap pembakaran ranting dan daun kering menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dua kejadian tersebut menghanguskan total 6,5 hektare (ha) lahan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan karhutla pertama terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (24/7/2026). Tim gabungan berhasil memadamkan api setelah membakar lahan seluas 1,5 hektare.
“Lokasi terdampak yaitu Desa Banaran Kecamatan kalijambe. Tanpa perlu waktu lama, tim gabungan berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas 1,5 hektare,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
BNPB menduga kebakaran di Sragen bermula dari aktivitas pembakaran ranting-ranting kecil. Api kemudian merambat dengan cepat ke lahan di sekitarnya.
“Kebakaran yang terjadi diduga adanya pembakaran ranting-ranting kecil kemudian menyambar ke lahan sekitarnya,” imbuhnya.
Pada hari yang sama, karhutla juga terjadi di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas 5 hektare.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran di Blitar dipicu aktivitas pembakaran daun kering yang kemudian menjalar ke area sekitar. Tim gabungan berhasil memadamkan api.
“Hasil investigasi sementara, kebakaran diakibatkan adanya aktivitas pembakaran daun kering yang akhirnya cepat merambat ke area sekitarnya. Kondisi terkini, api berhasil padam oleh upaya yang dilakukan tim gabungan,” kata dia.
Selain di Pulau Jawa, karhutla juga melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang berlangsung sejak Rabu (22/7/2026) berhasil dipadamkan tim gabungan pada Jumat (24/7/2026).
“Luas lahan terbakar sebanyak 41.65 hektare, berlokasi di Desa Aeramo Kecamatan Aesesa,” tandasnya.










