Muktamar ke-35 NU, Menteri Agama hingga Tokoh Pesantren Ramaikan Bursa Ketum PBNU

Muktamar ke-35 NU, Menteri Agama hingga Tokoh Pesantren Ramaikan Bursa Ketum PBNU

Nasional | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 15:42
share

JOMBANG, iNews.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menanggapi munculnya sejumlah nama pejabat negara serta tokoh agama yang dikabarkan berniat maju menjadi calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU. 

Gus Ipul menegaskan PBNU menyambut positif kesediaan para tokoh yang ingin berkhidmat. Namun, ia menekankan seluruh keputusan akhir tetap berada di tangan para peserta Muktamar sebagai pemegang hak suara.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai memimpin Apel Kesiapan Muktamar bersama panitia lokal di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/7/2026). 

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan bakal berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. 

Mendekati hari H pelaksanaan, bursa calon Ketua Umum PBNU mulai menghangat dengan munculnya figur-figur potensial dari kalangan pengasuh pesantren, struktur PBNU, hingga pejabat kabinet. Sejumlah kandidat yang muncul di antaranya KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU petahana), KH Abdul Hakim Mahfudz: (Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang), KH Abdussalam Sokhib (Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar), KH Abdul Ghofar Rozin (Ketua PWNU Jawa Tengah), KH Zulfa Mustofa (Ulama PBNU / Keponakan mantan Wapres KH Ma'ruf Amin), dan KH Yusuf Chudhori (Pengasuh Ponpes API Tegalrejo). Sedangkan di kalangan pejabat negara yakni, Menteri Agama Nasaruddin Umar.

NU Melimpah Stok Kader

Gus Ipul menegaskan bahwa dari internal Nahdlatul Ulama tidak pernah kekurangan kader-kader berkualitas yang siap memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

PBNU mengapresiasi tingginya dinamika dan antusiasme para tokoh yang ingin berkontribusi membawa NU ke depan. 

"Prinsipnya kita menyambut positif siapa saja yang ingin berkhidmat. Namun dari internal sendiri, NU tidak pernah kekurangan kader potensial untuk menjadi Ketua Umum. Pada akhirnya, seluruh mekanisme dan keputusan penuh kita serahkan sepenuhnya kepada para peserta Muktamar nanti," ujar Gus Ipul. 

Topik Menarik