Kemlu Buka Suara Keberadaan Terkini WNI yang Kabur dari Rombongan Tur di Korsel

Kemlu Buka Suara Keberadaan Terkini WNI yang Kabur dari Rombongan Tur di Korsel

Terkini | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 15:25
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara soal keberadaan terkini warga negara Indonesia (WNI) yang kabur dari rombongan wisata saat berada di Korea Selatan (Korsel). Kemlu menyesalkan tindakan tersebut, tetapi memastikan kasus itu tengah ditangani melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Menurut Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah, KBRI Seoul telah memperoleh informasi mengenai keberadaan WNI tersebut. Perwakilan RI di Korea Selatan kini berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"KBRI Seoul sudah menerima informasi yang berkembang di lapangan mengenai keberadaan oknum WNI ini, tapi tentunya kita sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak otoritas terkait untuk penanganan selanjutnya karena tentunya yang bersangkutan ini melanggar aturan keimigrasian dan sekarang sudah statusnya sudah overstay tentunya ya," ujar Heni dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kantor Kemlu, Kamis (23/7/2026).

Ia pun menegaskan kasus tersebut merupakan tindakan individu dan tidak menggambarkan perilaku mayoritas wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan.

"Terkait oknum WNI yang menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korea yang kemudian meninggalkan rombongan wisata dan tentunya melanggar ketentuan imigrasi setempat. Kita tentunya sangat menyayangkan tindakan WNI tersebut karena telah menyalahgunakan fasilitas berupa akses perjalanan dari Indonesia ke Korea Selatan," ungkapnya.

Saat ini, pemerintah akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi munculnya kasus serupa. Dia mengingatkan fasilitas kemudahan masuk Korea Selatan melalui grup tur memiliki batas waktu, yakni hanya berlaku selama 15 hari dan programnya akan berakhir pada Desember 2026.

Sebelumnya, seorang WNI asal Madiun bernama Femas Yani Ariyanto (22) dilaporkan hilang saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan. Biro perjalanan yang memberangkatkannya menduga Femas sengaja meninggalkan rombongan dengan tujuan bekerja secara ilegal di negara tersebut.

Dugaan tersebut muncul setelah Femas sempat terlacak berada di wilayah Gyeonggi-do. Namun, keberadaannya kembali tidak diketahui sebelum pihak terkait berhasil menjemputnya.

Topik Menarik