Kekeringan Meluas di Bangkalan, Warga Antre Bantuan Air Bersih
BANGKALAN, iNews.id – Distribusi air bersih mulai dilakukan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Bantuan tersebut disambut antusias warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Salah satu wilayah yang menerima distribusi air bersih, yakni Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah. Warga tampak membawa berbagai wadah penampung air dan mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pasokan air dari truk tangki.
Mayoritas warga yang mengantre merupakan ibu rumah tangga. Mereka menunggu giliran tanpa saling berebut meski kebutuhan air bersih semakin mendesak.
Warga mengaku dampak musim kemarau mulai dirasakan sejak awal Juli. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi andalan, termasuk sumur bor, mulai mengering sehingga pasokan air bersih semakin terbatas.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, saat ini terdapat 19 desa yang mengalami kekeringan ekstrem. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga membeli air bersih atau mencarinya hingga ke luar desa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Samsiah, salah seorang warga mengatakan, bantuan air bersih sangat membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
"Klo di sini susah. Kan klo buat minum kadang orang masih mencari keluar. Keluar desa gitu. Kadang ada yang beli. Kadang ya kayak gini. Ya nunggu bantuan. Kadang nyari ke sumur gitu. Tapi kalau kemaraunya panjang, kita harus antre juga," kata Samsiah.
Hal senada disampaikan Adawiyah. Menurutnya, sumur bor yang sebelumnya menjadi andalan warga kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air karena debitnya terus menurun.
"Karena meskipun ada boran itu, kalau sudah kena kemarau panjang itu, kadang borannya enggak ada airnya. Kadang ada cuma dikit," ucapnya.
Selain mendistribusikan air bersih, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat. Warga berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau masih berlangsung.










