Ciri Sperma Sehat Bisa Dilihat dari Bentuknya, Begini Penjelasan Dokter

Ciri Sperma Sehat Bisa Dilihat dari Bentuknya, Begini Penjelasan Dokter

Gaya Hidup | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 17:15
share

JAKARTA, iNews.id - Kualitas sperma tidak hanya diukur dari jumlah dan kemampuan bergeraknya, tetapi juga dari bentuk atau morfologinya. Kelainan pada bentuk sperma dapat mengganggu proses pembuahan karena memengaruhi kemampuan sel sperma bergerak dan membuahi sel telur.

Dokter Spesialis Andrologi, dr Jefry Tribowo, menjelaskan sperma yang sehat umumnya memiliki kepala berbentuk oval atau sedikit lonjong. Bentuk tersebut merupakan struktur ideal yang membantu sperma berenang menuju sel telur.

"Bentuk kepala sperma itu kira-kira kayak oval, kayak lonjong gitu. Nah, itu bentuk kepala sperma yang normal," katanya dalam unggahan video di akun Instagram, dikutip Selasa (21/7/2026).

Menurut dr Jefry, kepala sperma yang berbentuk bulat sempurna maupun terlalu runcing termasuk kelainan morfologi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya abnormalitas pada struktur sperma yang dapat memengaruhi kualitasnya.

"Kalau sperma bentuknya tuh kepalanya bulat, itu kelainan. Atau kadang ada juga sering nemuin ya sperma tuh kepalanya kayak lancip gitu ya, lancip lurus gitu ya, tipis banget kayak kurus. Itu juga kelainan," ujarnya.

Dia juga meluruskan anggapan yang beredar di masyarakat mengenai sperma berkepala runcing yang disebut lebih mudah menembus sel telur. Menurutnya, bentuk yang tidak normal justru menjadi tanda sperma tidak dalam kondisi optimal.

"Karena kepalanya rusak, kadang dia jadi pergerakannya nggak bagus, segala macam. Ibaratnya spermanya tuh cacat lah. Contoh sperma lainnya yang cacat tuh sering ekornya patah, lehernya bengkok," katanya.

Selain bentuk kepala, kelainan juga dapat terjadi pada bagian leher dan ekor sperma. Ekor yang patah atau leher yang bengkok dapat menghambat kemampuan sperma bergerak cepat menuju sel telur sehingga berpotensi menurunkan tingkat kesuburan pria.

Untuk memperbaiki kualitas sperma, dr Jefry menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Menurutnya, mengandalkan suplemen saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas sperma secara signifikan.

Pola makan bergizi, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta tidur yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan reproduksi pria. Perubahan gaya hidup tersebut dinilai lebih efektif bila dilakukan bersamaan dengan penanganan medis sesuai penyebab yang mendasari gangguan kualitas sperma.

"Kalau orang cuman berharap dari suplemen aja, itu perbaikannya enggak signifikan," ujarnya.

Kelainan morfologi sperma merupakan salah satu faktor yang diperiksa dalam analisis sperma ketika pasangan mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Karena itu, pria yang memiliki masalah kesuburan disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Topik Menarik