Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

Terkini | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 16:37
share

WASHINGTON, iNews.id - Media Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta mengejutkan, militernya tak bisa melindungi seluruh pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah dari serangan Iran. Diperkirakan saat ini ada 50.000 personel pasukan AS di seluruh Timur Tengah.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan, tiga rudal Iran mampu menghindari cegatan sistem pertahanan udara AS dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat pekan lalu. Serangan itu menewaskan dua personel dam melukai empat lainnya.

Fakta tersebut menyoroti kemampuan AS dalam melindungi 50.000 pasukan di Timur Tengah dari ancaman militer Iran, yang diyakini masih memiliki rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.

Serangan Iran tersebut menghantam barak-barak prefabrikasi. Jenazah korban lain juga ditemukan di pangkalan militer tersebut, namun identitasnya belum dipastikan.

Sementara itu CBS News, mengutip pejabat Departemen Pertahanan (Pentagon) pada Senin kemarin, melaporkan hampir 100 anggota militer AS luka akibat serangkaian serangan Iran sepekan terakhir terhadap pangkalan-pangkalan di Timur Tengah.

Pada 18 Juli, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan dua tentara AS tewas dan satu lainnya hilang akibat serangan Iran. Serangan terhadap pangkalan tersebut merupakan salah satu dari tiga serangan rudal terpisah dalam 24 jam pada Jumat pekan lalu.

Militer Iran semakin mengintensifkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di banyak negara Timur Tengah. Serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran AS, apalagi mulai menargetkan infrastruktur umum, termasuk jembatan dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Topik Menarik