Ini Alasan Mamah Dedeh Tak Mau Punya Media Sosial
JAKARTA, iNews.id – Di tengah tren para pendakwah memanfaatkan media sosial untuk memperluas dakwah, Mamah Dedeh justru mengambil langkah berbeda. Penceramah kondang itu mengaku tidak pernah tertarik memiliki akun media sosial maupun kanal YouTube meski berkali-kali mendapat tawaran.
Pengakuan tersebut disampaikan Mamah Dedeh saat berbincang dalam Podcast Beda Universe bersama Habib Jafar yang tayang di kanal YouTube Jeda Nulis dan Haqiqi Official.
Mamah Dedeh mengatakan, sejak awal perkembangan media sosial, banyak pihak yang menyarankannya untuk membuat akun pribadi. Namun, dia memilih menolak karena merasa mengelola media sosial bukan bidang yang ingin dia jalani.
"Mama dari awal ditawarin tidak mau. Karena Mama berpikir bukan bidang Mama. Ngapain ada kerjaan. Sekian banyak orang nawarin, tidak bergeming sama sekali. Gua enggak mau," kata Mamah Dedeh, dikutip Jumat (17/7/2026).
Menurut dia, dakwah yang disampaikannya sudah tersebar luas melalui berbagai platform digital karena banyak stasiun televisi maupun masyarakat yang mengunggah kembali potongan ceramahnya. Karena itu, dia tidak melihat alasan untuk membuat akun media sosial sendiri.
"Silakan buat kalian, tapi buat Mama tidak. Dari TV-TV yang Mama ceramah itu kan mereka semua banyak YouTube. Ngapain Mama bikin lagi, enggak ada kerjaan?,” ujarnya.
Bagi Mamah Dedeh, waktu luang lebih baik dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang disukainya daripada membuat konten di media sosial. Dia mengaku lebih bahagia menghabiskan waktu dengan berkebun dan merawat berbagai tanaman di rumahnya.
"Mending gue ngored ke kebon,” katanya.
Kecintaan terhadap berkebun, menurut Mamah Dedeh, berasal dari latar belakangnya yang tumbuh di lingkungan kampung. Hingga kini, dia masih rutin menyempatkan diri berkebun di sela-sela kesibukannya mengisi ceramah.
"Sangat (suka berkebun), karena saya orang kampung. Sampai detik ini. Ini tadi berkebun dulu. Ngajar pagi-pagi setengah tujuh sampai setengah sembilan, berkebun dulu," ujarnya.
Dia bahkan mengungkapkan bahwa area kebun di kediamannya lebih luas dibandingkan bangunan rumah. Berbagai tanaman hias, sayuran, hingga tanaman buah dirawat sendiri karena memberikan kebahagiaan yang tidak bisa digantikan oleh popularitas di dunia maya.
"Kebun lah (lebih luas dari rumah). Kan bahagiaku di kebun bukan di rumah. Begitu. Ada bahagia lihat pepohonan, tumbuh daunnya, ada kembangnya, ada umbinya, dia beranak, dipisahin lagi,” katanya.










