Gigi Ompong Jangan Dibiarkan Kosong, Bisa Ganggu Kemampuan Mengunyah
JAKARTA, iNews.id – Banyak orang menganggap kehilangan satu atau dua gigi bukan masalah besar, apalagi jika letaknya berada di bagian belakang mulut yang tidak terlihat saat tersenyum. Padahal, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulut apabila dibiarkan tanpa penanganan.
Kehilangan gigi bisa terjadi akibat gigi berlubang yang tidak ditangani, penyakit gusi, cedera, maupun faktor penuaan. Dampaknya bukan hanya mengurangi estetika, tetapi juga memengaruhi fungsi mengunyah, keseimbangan gigitan, hingga menyebabkan perubahan susunan gigi.
Dokter Gigi drg. James Lai menjelaskan, setiap gigi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi mulut secara keseluruhan. Ketika satu gigi hilang, gigi lain di sekitarnya dapat bergeser untuk mengisi ruang kosong tersebut.
"Implan gigi bukan hanya tentang mengganti gigi yang hilang, tetapi juga mengembalikan fungsi kunyah, kenyamanan, dan rasa percaya diri pasien," kata drg James, Jumat (17/7/2026).
"Karena itu, setiap pasien perlu melalui pemeriksaan terlebih dahulu untuk menilai kondisi tulang rahang, gusi, serta kebutuhan perawatan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat, hasil perawatan dapat menjadi lebih nyaman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pasien," tambahnya.
Menurutnya, perubahan posisi gigi akibat kehilangan gigi dapat mengganggu proses mengunyah makanan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kenyamanan saat berbicara dan meningkatkan risiko gangguan pada sendi rahang.
Sebelum menentukan metode perawatan, dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan menilai kondisi tulang rahang, jaringan gusi, serta kesehatan rongga mulut secara keseluruhan agar penanganan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien.
Salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang atau ompong adalah implan gigi. Perawatan ini dilakukan dengan menanamkan penyangga menyerupai akar gigi ke dalam tulang rahang sebagai tempat melekatnya gigi pengganti. Namun, tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua orang tanpa evaluasi terlebih dahulu.
Dokter Gigi James yang juga Head of Clinic SMART Dental Muara Karang mengatakan, kondisi tulang rahang yang cukup kuat menjadi salah satu syarat penting agar pemasangan implan dapat memberikan hasil yang optimal. Apabila ditemukan masalah pada gusi atau tulang, pasien mungkin memerlukan perawatan pendukung sebelum menjalani prosedur tersebut.
Masalah kesehatan gigi di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, sebanyak 56,9 persen penduduk usia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, hanya 11,2 persen yang memperoleh perawatan dari tenaga kesehatan gigi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat karies atau gigi berlubang, gigi tanggal, serta radang gusi masih menjadi tantangan utama dalam kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Dokter Gigi James mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika kehilangan gigi. Penanganan sejak dini dinilai dapat membantu mencegah gangguan fungsi mulut yang lebih serius sekaligus menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang.
"Dengan perencanaan yang tepat, implan gigi dapat membantu pasien kembali mengunyah dengan lebih nyaman, berbicara dengan lebih percaya diri, serta menjaga keseimbangan susunan gigi dan fungsi mulut secara keseluruhan," ujarnya.









