Dari Kasta Bawah hingga Pahlawan Inggris, Dan Burn Kini Siap Hadapi Lionel Messi
ATLANTA, iNews.id – Dan Burn menjelma menjadi pahlawan baru Timnas Inggris menjelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan juara bertahan Argentina, meski hanya bermain selama 24 menit sepanjang turnamen.
Bek Newcastle United itu mencuri perhatian lewat dua penampilan sebagai pemain pengganti saat Inggris menyingkirkan Meksiko dan Norwegia. Ketangguhan dalam duel udara serta keberaniannya menjaga pertahanan membuat Burn mulai mendapat tempat khusus di hati suporter Three Lions.
Momen terbarunya terjadi ketika Inggris unggul 2-1 atas Norwegia pada perempat final di Miami Stadium. Norwegia terus mencari gol penyeimbang hingga masa tambahan waktu babak perpanjangan.
Kiper Norwegia, Orjan Nyland, mengirim bola panjang ke arah kotak penalti yang dijaga lima pemain Inggris. Burn, yang masuk pada menit ke-111 menggantikan pencetak dua gol Jude Bellingham, langsung membaca arah datangnya bola.
Bintang Ini Ingin Susul Marc Cucurella ke Real Madrid, Chelsea Pasang Harga Gila Rp2,85 Triliun
Dengan tinggi badan 201 sentimeter, Burn melompat dan menyundul bola keluar dari area berbahaya. Aksi tersebut disambut sorakan keras suporter Inggris yang menunggu peluit panjang dalam cuaca panas dan pengap di Florida.
Para pendukung Three Lions merayakan sapuan itu seperti menyambut gol ketiga. Burn membalas dengan mengepalkan tangan dan berteriak penuh emosi.
Beberapa saat kemudian, wasit Clement Turpin mengakhiri pertandingan. Burn langsung bergabung dengan Bellingham dan kapten Harry Kane di depan tribune timur yang dipenuhi suporter Inggris.
Seluruh pemain kemudian saling merangkul sambil menyanyikan lagu klasik Oasis, Wonderwall, yang telah menjadi tradisi selepas pertandingan.
Perjalanan Dan Burn Jauh dari Jalur Pemain Bintang
Perjalanan Burn menuju semifinal Piala Dunia melawan Argentina jauh dari gambaran karier pemain elite Inggris. Dia bukan produk jalur akademi terbaik Premier League.
Burn bahkan dilepas dari akademi Newcastle United saat berusia 11 tahun. Langkah pertamanya di sepak bola profesional dimulai bersama Darlington yang sedang berjuang menghindari degradasi dari kasta keempat Inggris.
Pada usia 17 tahun, Burn dimainkan dalam laga tandang melawan Torquay United. Pertandingan tersebut berakhir pahit setelah Darlington kalah telak 0-5.
Darlington kemudian menutup musim di dasar klasemen dengan 30 poin, terpaut 18 angka dari zona aman. Meski hanya tampil beberapa kali pada musim tersebut dan musim berikutnya di kasta kelima, Burn mampu menarik perhatian Fulham.
Klub Premier League itu memboyong Burn ke Craven Cottage pada musim panas 2011. Kemampuan duel udaranya kemudian terlihat jelas ketika Fulham bermain imbang 2-2 melawan Manchester United di Old Trafford pada 2014.
Manchester United saat itu mencatatkan rekor Premier League dengan melepaskan 81 umpan silang. Burn seorang diri melakukan 22 sapuan untuk membantu Fulham menahan tekanan tuan rumah.
“Ada banyak umpan silang, secara statistik lebih banyak dibandingkan pertandingan lain sejak pencatatan statistik dimulai. Jadi, saya bercanda kalau saya belum pernah menyundul bola sebanyak itu sejak bermain di Conference,” kata Burn kepada laman resmi Fulham saat itu.
Burn kemudian memperkuat Brighton dan Wigan sebelum mewujudkan mimpi kembali ke klub masa kecilnya, Newcastle United, pada Januari 2022.
“Saya sangat senang. Saya tidak pernah berpikir akan berada dalam posisi ini. Menjadi pemain Newcastle dan berada di sekitar St James’ Park merupakan sesuatu yang saya impikan sejak kecil,” ujarnya saat bergabung dengan Newcastle.
“Saya tidak sabar mengenakan seragam ini dan merasakan bagaimana rasanya. Dari dulu duduk di tribune timur sebagai anak kecil hingga berada di sini sekarang, rasanya gila,” lanjutnya.
Debut Terlambat, tetapi Langsung Jadi Andalan Inggris
Salah satu puncak karier Burn bersama Newcastle terjadi pada Maret 2025. Dia mencetak gol pembuka pada final Piala Liga Inggris melawan Liverpool di Wembley.
Burn melepaskan diri dari penjagaan gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, sebelum menanduk bola ke gawang. Newcastle akhirnya menang 2-1 dan mengangkat trofi.
Menjelang final tersebut, surat emosional dari ayah Burn kembali beredar. Surat itu awalnya ditulis sebelum Newcastle kalah dari Manchester United pada final kompetisi yang sama pada 2023.
Dua hari sebelum kemenangan atas Liverpool, Burn menerima panggilan pertamanya ke Timnas Inggris. Thomas Tuchel memasukkan dia ke skuad untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia melawan Albania dan Latvia.
Burn kemudian menjalani debut bersama Three Lions dalam kemenangan 2-0 di Tirana. Hasil itu melengkapi catatan sempurna Inggris pada Grup K kualifikasi zona Eropa.
Keputusan Tuchel membawa Burn ke dalam skuad final berisi 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 sempat memunculkan pertanyaan. Usianya sudah 34 tahun dan dia baru mengoleksi beberapa penampilan internasional.
Sorotan semakin besar karena bek berpengalaman seperti Harry Maguire tidak dipilih. Namun, keputusan Tuchel terbukti memberikan dampak penting bagi perjalanan Inggris.
Burn menjalani debut Piala Dunia ketika Inggris menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, di Mexico City Stadium. Dia masuk pada 15 menit terakhir saat Inggris yang bermain dengan 10 orang sedang mempertahankan keunggulan 3-2.
Dalam waktu singkat, Burn mencatatkan enam sapuan dan dua blok. Salah satu aksinya yang paling dikenang adalah sundulan untuk menggagalkan percobaan tendangan salto Raul Jimenez.
Penampilan tersebut membuat Burn menjadi pemain nonkiper tertua Inggris yang menjalani debut di Piala Dunia sejak Stanley Matthews menghadapi Spanyol pada 1950. Matthews saat itu berusia 35 tahun dan 151 hari.
Lahirkan Bintang Masa Depan Timnas Indonesia, RSoccer Training Camp Tampil Perkasa Jadi Juara
Burn kembali menjalankan tugas serupa ketika menghadapi Norwegia. Dua penampilan singkat tersebut mengangkat statusnya menjadi figur pujaan baru bagi suporter Inggris di Amerika Utara maupun negaranya sendiri.
Kini Burn dan Inggris menuju Atlanta untuk menghadapi Argentina. Dia kemungkinan belum menjadi pilihan utama ketika Three Lions berhadapan dengan Lionel Messi, Mac Allister, dan pemain lainnya.
Namun, jika Inggris kembali membutuhkan pertahanan kuat dan keunggulan duel udara dari bangku cadangan, Burn siap menjawab panggilan seperti yang dia lakukan saat menghadapi Meksiko dan Norwegia.









