Syifa Hadju Alami Infeksi Bakteri, Apa Penyebabnya?
JAKARTA, iNews.id – Aktris Syifa Hadju membagikan kabar kurang menyenangkan bertepatan dengan momen ulang tahunnya yang ke-26 pada 13 Juli 2026. Melalui unggahan di Instagram, istri El Rumi itu mengungkap dirinya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi bakteri.
Dalam unggahan tersebut, Syifa memperlihatkan foto dirinya tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus terpasang di tangan. Meski sempat dirawat, kondisinya kini dikabarkan telah berangsur membaik
"Aku infeksi bakteri huu dapat hadiah ulang tahunnya gini hehehe gak apa-apa,” tulis Syifa, dikutip Selasa (14/7/2026).
Tak lama kemudian, dia juga menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisinya.
"Tapi Alhamdulillah sudah better banget sekarang habis diinfus,” lanjutnya.
Hingga kini, Syifa belum menjelaskan jenis infeksi bakteri yang dialaminya maupun bagian tubuh yang terdampak. Karena itu, penyebab pasti infeksinya belum dapat diketahui.
Apa Penyebab Infeksi Bakteri?
Infeksi bakteri terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, berkembang biak, kemudian menyebabkan peradangan atau kerusakan pada jaringan. Kondisi ini dapat menyerang berbagai organ, mulai dari saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih, hingga kulit.
Penyebab infeksi bakteri sangat beragam dan bergantung pada jenis bakterinya. Salah satu penyebab yang paling umum adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri, misalnya daging yang kurang matang, telur mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, atau air yang tidak bersih. Bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli (E. coli) sering menjadi penyebab infeksi melalui makanan.
Selain itu, infeksi juga dapat terjadi ketika bakteri masuk melalui luka terbuka, terhirup bersama percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi, maupun melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi bakteri.
Gejala Infeksi Bakteri
Gejala infeksi bakteri berbeda-beda tergantung organ yang terkena. Namun, beberapa tanda yang umum muncul meliputi:
- Demam.
- Nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada area yang terinfeksi.
- Keluar nanah dari luka.
- Diare, mual, dan muntah bila menyerang saluran pencernaan.
- Batuk, sesak napas, atau nyeri tenggorokan jika menyerang saluran pernapasan.
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil apabila terjadi infeksi saluran kemih.
Cara Mencegah Infeksi Bakteri
Sebagian besar infeksi bakteri dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah menyentuh benda di tempat umum.
- Memasak makanan hingga matang sempurna serta menghindari konsumsi makanan yang sudah basi atau kurang higienis.
- Menggunakan air minum yang bersih dan aman.
- Menjaga kebersihan luka dengan segera membersihkannya dan menutupnya menggunakan perban bila diperlukan.
- Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres.
- Menggunakan antibiotik hanya sesuai resep dokter. Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan karena dapat memicu resistensi bakteri sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati.
Apabila mengalami demam tinggi, nyeri hebat, luka yang bernanah, atau gejala infeksi yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan mendapatkan penanganan yang tepat.










