Pemancing Hilang di Sungai Brantas Tulungagung, Tim SAR Sisir Darat dan Perairan
TULUNGAGUNG, iNews.id - Seorang pemancing hilang tercebur di Sungai Brantas, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tim SAR gabungan hingga kini masih mencari korban yang diketahui berinisial NS (46).
Informasi diperoleh, korban merupakan warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Dia diduga hilang saat sedang memancing di kawasan Sungai Brantas, Selasa (7/7/2026).
Pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Tulungagung, serta sejumlah potensi SAR lainnya. Sebanyak dua perahu karet dikerahkan untuk menyisir aliran sungai.
Komandan Tim SAR, Taufik, mengatakan operasi pencarian telah memasuki hari kedua. Tim mengerahkan puluhan personel untuk mencari keberadaan korban.
"Saat ini memasuki hari kedua pencarian. Kami turunkan dua perahu karet dari Basarnas dan BPBD dengan 25 personel," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Peristiwa ini bermula saat korban pamit pergi memancing pada Senin siang. Namun hingga waktu yang ditunggu, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga kemudian melakukan pencarian dan menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar pinggir Sungai Brantas.
Barang yang ditemukan berupa sepeda motor, alat pancing, serta sepasang sandal milik korban. Temuan tersebut membuat keluarga menduga korban tercebur ke sungai.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian pada Selasa sore untuk meminta bantuan pencarian.
Dalam operasi pencarian, tim SAR melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Brantas dengan radius sekitar 5 kilometer dari lokasi korban diduga tercebur. Selain menggunakan perahu karet, petugas juga melakukan pemantauan melalui jalur darat. Tim turut menggandeng komunitas radio amatir untuk membantu memantau perkembangan pencarian.
"Kami menyisir 5 km sepanjang Sungai Brantas dari lokasi titik hilang serta pemantauan darat sampai wilayah Kediri," katanya.
Sebanyak 25 personel dilibatkan dalam operasi tersebut. Proses pencarian dilakukan sesuai standar operasional hingga tujuh hari. Apabila korban belum ditemukan, pencarian masih dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi di lapangan. Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban dan berharap korban segera ditemukan.










