Dokter Ungkap Kesalahan Pria saat Berhubungan Seks: Bawa Beban Pikiran ke Atas Ranjang
JAKARTA, iNews.id - Membawa beban pikiran saat berhubungan seksual ternyata menjadi salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan banyak pria. Kebiasaan ini dapat memengaruhi performa seksual, bahkan membuat ereksi mendadak menurun ketika hubungan intim sedang berlangsung.
Dokter spesialis andrologi dan ahli reproduksi pria, dr Jefry Tribowo, mengungkapkan tekanan dari pekerjaan, persoalan keluarga, hingga masalah hubungan dengan pasangan dapat memengaruhi fungsi seksual pria. Kondisi tersebut paling sering dia temui pada pasien usia muda.
"Pada pria-pria muda saya sering nemuin ya, mereka itu mulai dari stres kerjaan, kemudian juga stres masalah hubungan, dan keluarga, itu akhirnya yang dapat mengganggu fungsi seksualnya," kata dr Jefry, dikutip Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, pria yang mengalami gangguan ereksi akibat stres umumnya masih memiliki ereksi pagi yang normal dan tidak mengalami kendala saat masturbasi. Namun, ketika hendak melakukan penetrasi, ereksi justru tiba-tiba menghilang.
"Bahkan mereka gejalanya cukup khas ya, yaitu adalah awalnya ereksinya ini bagus. Masturbasi juga lancar-lancar aja. Ereksi pagi juga keras, tetapi ketika penisnya mau masuk ke kelamin istrinya alias vagina, tiba-tiba aja eh udah kempes," ujarnya.
dr Jefry kemudian menceritakan pengalaman salah seorang pasien yang terus dihantui rasa khawatir saat akan berhubungan intim. Pasien tersebut takut ereksinya tidak mampu bertahan hingga selesai, sehingga pikirannya dipenuhi kecemasan.
"Ketika saya tanya apa yang mengakibatkan kekempesan tersebut, dia cerita, 'Ketika saya gesek-gesekan Dok, yang dipikiran saya nih adalah aduh, ini bisa enggak ya ereksinya bertahan? Jangan-jangan nanti ada masalah.' Karena dia udah kepikiran tersebut, overthinking, dan stres, akhirnya ini yang justru akan men-shutdown fungsi ereksi penisnya," katanya.
Dia menjelaskan, pikiran yang dipenuhi rasa cemas dapat mengganggu respons alami tubuh saat berhubungan seksual. Akibatnya, ereksi menjadi sulit dipertahankan meski secara fisik tidak ditemukan gangguan pada organ reproduksi.
Karena itu, dr Jefry mengingatkan para pria agar tidak membawa tekanan kehidupan sehari-hari ke atas ranjang. Menurutnya, hubungan intim sebaiknya dilakukan dalam kondisi rileks agar fungsi seksual dapat bekerja secara optimal.
"Ketika kita berhubungan seksual nyaman, tenang, dan let it flow aja, justru ereksi penis kita akan sangat bekerja dengan optimal. Makanya sangat penting ya kita mengelola stres. Tentu yang namanya hidup ini pasti ada permasalahan. Cuman saran saya ya, jangan sampai masalah ini dibawa saat berhubungan seksual di ranjang," ujarnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya mengelola stres dan menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan. Jika gangguan ereksi terus terjadi atau semakin sering berulang, pria disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.










