Sering Dianggap Ketinggalan, USG 2D Ternyata Lebih Akurat Deteksi Kelainan Janin
JAKARTA, iNews.id – Banyak calon orang tua menganggap USG 4D merupakan pemeriksaan kehamilan yang paling canggih karena mampu menampilkan wajah janin dengan lebih jelas. Namun, dokter spesialis justru menjelaskan USG 2D menjadi pemeriksaan utama untuk menilai kesehatan dan perkembangan organ janin.
Penjelasan tersebut disampaikan dokter Tubagus Siswadi melalui akun X miliknya. Dia mengatakan masih banyak warganet yang beranggapan pemeriksaan kehamilan akan lebih maksimal jika selalu menggunakan USG 4D.
“Di TikTok sering liat komen, ‘aku sih USG selalu pake yg 4D biar keliatan jelas’ atau ‘ke fetomaternal tuh yg USG-nya pake 4D, jadi bisa keliatan semua’,” tulisnya.
Menurut dia, anggapan tersebut kurang tepat karena dokter kandungan justru lebih mengandalkan USG 2D untuk melihat struktur organ janin secara menyeluruh. “Did you know kalau obgyn tuh sebenernya lebih jelas liat organ sampe ke daleman2nya (kondisi ginjal, sekat jantung, bola mata, panjang tulang paha, dll) pake USG 2D?” katanya.
Dokter Tubagus menjelaskan, USG 2D memungkinkan dokter mengevaluasi berbagai bagian tubuh janin secara detail, mulai dari struktur otak, wajah, bibir, bola mata, jantung, lambung, ginjal, kandung kemih, tulang belakang, panjang tulang paha, posisi plasenta, hingga jumlah air ketuban.
Karena itu, saat pemeriksaan fetomaternal sebagian besar waktu dokter menggunakan mode USG 2D. Sementara itu, USG 3D maupun 4D hanya dimanfaatkan sebagai pemeriksaan pelengkap pada kondisi tertentu.
“USG 3D dan 4D berfungsi sebagai pelengkap pada kondisi tertentu. Misalnya untuk membantu menilai kelainan permukaan tubuh seperti bibir sumbing, kelainan ekstremitas, atau memperjelas temuan yang sudah terlihat pada USG 2D,” ujar Dokter Tubagus.
Dia menambahkan, USG 4D memang memiliki keunggulan dalam menampilkan gambaran wajah janin sehingga lebih mudah dipahami oleh calon orang tua. Meski demikian, pemeriksaan 3D maupun 4D bukan pemeriksaan wajib dan hanya dilakukan bila ada indikasi medis atau untuk melengkapi evaluasi tertentu.
Sebab itu, Dokter Tubagus mengimbau masyarakat tidak merasa kecewa apabila dokter lebih banyak menggunakan USG 2D saat pemeriksaan kehamilan. “Bukan karena alatnya kalah canggih. Justru karena itulah standar pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan bawaan pada janin,” ujarnya.










