Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penyebabnya

Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penyebabnya

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:01
share

JAKARTA, iNews.id – Pernah mengalami tidur lebih awal, tetapi terbangun di tengah malam atau dini hari dan sulit kembali terlelap? Kondisi tersebut ternyata merupakan hal yang cukup umum dan berkaitan dengan mekanisme alami tidur di dalam tubuh.

Pakar kesehatan, sleep coach bersertifikat sekaligus praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa penyebabnya bukan semata-mata karena tubuh kehilangan rasa kantuk. Menurut dia, perubahan sistem tidur dan ritme biologis tubuh menjadi faktor utama seseorang sulit kembali tidur.

“Di awal malam dorongan tidur atau sleep pressure kita itu masih sangat kuat. Tapi setelah beberapa jam tidur sleep pressure ini mulai berkurang. Tubuh sudah membayar sebagian kebutuhan tidurnya,” kata Vishal dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Jumat (3/7/2026).

Dia menjelaskan, saat pertama kali tidur, dorongan tidur atau sleep pressure berada pada titik yang tinggi sehingga tubuh lebih mudah memasuki fase tidur. Namun, setelah beberapa jam beristirahat, sebagian kebutuhan tidur sudah terpenuhi sehingga tekanan tidur mulai menurun.

Akibatnya, ketika seseorang terbangun di tengah malam, tubuh tidak lagi memiliki dorongan tidur yang sekuat saat awal. Pada saat bersamaan, sistem sirkadian atau jam biologis tubuh juga mulai bergerak menuju fase bangun.

“Di saat yang sama sistem sirkadian tubuh mulai pelan-pelan bergerak ke arah bangun,” ujar dia.

Selain perubahan ritme sirkadian, Vishal mengatakan kadar hormon dalam tubuh juga ikut berubah menjelang pagi. Produksi melatonin yang membantu seseorang mengantuk mulai menurun, sementara hormon kortisol yang berperan meningkatkan kewaspadaan perlahan meningkat.

“Melatonin mulai turun, kortisol mulai naik menjelang pagi, dan tidur menjadi lebih ringan. Tapi, yang sering bikin makin sulit tidur lagi adalah setelah bangun otak mulai berpikir, ‘Kenapa saya bangun lagi ya? Besok gimana? Kalau tidur sekarang masih dapat berapa jam ya?’,” ucap Vishal.

Menurutnya, pikiran yang mulai aktif justru memicu sistem kewaspadaan tubuh. Kondisi tersebut membuat otak menganggap tubuh perlu tetap siaga sehingga seseorang semakin sulit untuk kembali tertidur meski sudah berusaha memejamkan mata.

“Akhirnya bukan cuma tubuh yang bangun, sistem kewaspadaan juga ikut menyala,” kata Vishal.

Topik Menarik