Bahaya Hamil di Usia Remaja, Dokter: Risiko Kematian Ibu 5 Kali Lebih Tinggi
JAKARTA, iNews.id - Bahaya hamil di usia remaja kembali menjadi perhatian setelah dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata mengingatkan besarnya risiko yang dapat dialami ibu maupun bayi. Dia menegaskan kehamilan saat usia sekolah bukan pilihan yang lebih mudah dibanding melanjutkan pendidikan.
Melalui unggahannya di media sosial X, dr Adam menjelaskan tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, maupun sosial untuk menghadapi kehamilan, persalinan, hingga tanggung jawab mengasuh anak.
"Izin menjelaskan risiko hamil di usia sekolah ya! Tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, dan sosial untuk menghadapi kehamilan dan pengasuhan anak. Banyak yang mengira hamil, melahirkan, dan mengurus anak itu 'lebih enak' atau 'lebih ringan' daripada sekolah, padahal kenyataannya justru sebaliknya," kata dr. Adam.
Menurut dia, kehamilan pada usia remaja meningkatkan berbagai risiko komplikasi selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan ibu maupun janin.
1 dari 6 Orang Dewasa Kesulitan Dapat Keturunan, Masyarakat Diimbau Peduli Kesehatan Reproduksi
Dia menjelaskan ibu hamil usia remaja lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan, perdarahan, hingga persalinan yang mengalami hambatan atau macet. Risiko tersebut bahkan dapat berujung pada meningkatnya angka kematian ibu.
"Risiko kematian lebih tinggi, 2-5 kali lipat dibandingkan ibu hamil usia 20-39 tahun," tulisnya.
Selain membahayakan ibu, kehamilan di usia sekolah juga berdampak terhadap kondisi janin. Bayi yang dikandung berisiko lahir prematur serta mengalami gangguan pertumbuhan di dalam kandungan, terutama apabila asupan gizi ibu tidak mencukupi selama masa kehamilan.
Tak hanya dari sisi kesehatan fisik, dr. Adam juga menyoroti dampak psikologis yang kerap dialami ibu muda. Salah satunya adalah meningkatnya risiko depresi setelah melahirkan, terutama apabila tidak memperoleh dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Dia menambahkan kehamilan di usia sekolah juga dapat memengaruhi masa depan remaja. Banyak ibu muda yang akhirnya menghentikan pendidikan sehingga kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik menjadi semakin terbatas.
Sebab itu, dr Adam mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak menganggap kehamilan sebagai jalan pintas dibandingkan menempuh pendidikan. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi bekal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Jadi masih mikir mendingan hamil aja dibandingkan sekolah?!" katanya.










