Cape Verde Dihantam Musibah jelang Laga Krusial Kontra Argentina

Cape Verde Dihantam Musibah jelang Laga Krusial Kontra Argentina

Olahraga | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
share

AUCKLAND, iNews.id – Cape Verde dihantam musibah jelang bentrok Argentina di babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB. Kapten tim Ryan Mendes dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang bekerja sebagai penerjemah tim.

Pemain berusia 36 tahun itu disebut melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan asal Brasil yang direkrut sebagai penerjemah selama agenda FIFA Series di Selandia Baru pada Maret lalu. Dugaan kejadian berlangsung di sebuah hotel tempat skuad Cape Verde menginap di Auckland.

Menurut laporan media Brasil Globo, korban direkrut untuk mendampingi tim nasional Cape Verde dalam rangkaian laga internasional awal tahun ini. Identitas korban tidak dipublikasikan demi alasan keamanan.

Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual

Korban menuturkan kejadian bermula usai pertandingan Cape Verde melawan Chile pada 27 Maret. Dia menerima undangan menghadiri pertemuan di sebuah kamar hotel. Setibanya di lokasi, dia menyadari pertemuan tersebut bersifat sosial, bukan agenda resmi, lalu memilih meninggalkan ruangan.

Perempuan tersebut mengaku Mendes mengikuti dia kembali ke kamarnya. Mendes kemudian mengetuk kamar sang penerjemah. Saat pintu kamar dibuka, Mendes memaksa masuk ke dalam ruangan.

Dalam pernyataan resmi kepada Kepolisian Selandia Baru, seperti dikutip Globo, korban menyebut Mendes mencekiknya, memukul, menggigit, lalu melakukan pemerkosaan. Usai kejadian, korban mengambil foto yang memperlihatkan memar di bagian leher.

Korban kemudian mendatangi klinik khusus penyintas kekerasan seksual untuk mendapatkan perawatan. Hasil pemeriksaan forensik menemukan memar di leher, payudara, dan bibir. Pemeriksaan genital juga mencatat “dua luka berbentuk melingkar yang terasa nyeri saat disentuh.”

Laporan medis tersebut dikirimkan kepada New Zealand Police pada 10 April. Korban juga mengklaim sudah melaporkan insiden ini kepada setidaknya tiga pejabat otoritas sepak bola Cape Verde, namun tidak mendapat respons.

Pada 10 Mei, korban bersama suaminya mengajukan pengaduan resmi ke Federasi Sepak Bola Cape Verde dan FIFA, disertai laporan medis sebagai bukti dugaan pemerkosaan. Mereka meminta Mendes dilarang tampil di Piala Dunia, namun korban menyebut tidak menerima tanggapan dari FIFA.

Dalam pernyataan kepada SPORTbible, juru bicara FIFA menyampaikan federasi internasional tersebut sedang berkomunikasi dengan otoritas Selandia Baru dan belum dapat memberikan komentar lanjutan.

“FIFA menangani setiap dugaan pelanggaran dengan sangat serius dan memiliki mekanisme jelas bagi siapa pun di dunia sepak bola yang ingin melaporkan sebuah insiden,” ujar pernyataan tersebut.

Topik Menarik