Perkembangan Drama Vertikal Jadi Peluang Besar bagi Aktor di Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Industri drama vertikal (microdrama) di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat dan membuka peluang baru bagi para aktor Tanah Air. Format hiburan digital yang mengedepankan cerita singkat, padat, dan dinamis ini semakin diminati seiring perubahan pola konsumsi konten masyarakat.
Salah satu aktor yang ikut bersinar di segmen ini adalah Ryan Goutama. Dia mencuri perhatian publik melalui ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2020.
Seiring waktu, dia terus memperluas kiprahnya di dunia seni peran mulai dari sinetron, film, hingga produksi digital. Menurut Ryan, format drama vertikal menghadirkan tantangan tersendiri bagi para aktor karena menuntut kecepatan dalam membangun emosi dan karakter.
Industri ini berbeda dengan produksi televisi maupun layar lebar yang memiliki durasi lebih panjang dalam pengembangan cerita.
"Durasi yang singkat membuat setiap adegan harus langsung menyampaikan emosi dan konflik utama. Sebagai aktor, kami dituntut untuk bisa membangun chemistry dan mendalami karakter dengan jauh lebih efisien, tanpa mengurangi kualitas cerita sedikit pun," kata Ryan Goutama.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ryan tercatat membintangi sejumlah drama vertikal yang cukup populer di kalangan penonton digital, di antaranya My Husband’s Secret Identity, Gadis Tani Bersuami CEO, Pacar Bayangan, Mary adalah Maut, Flame of Betrayal, Hidup yang Direnggut, dan The Fallen Fighter Returns.
Selain di format vertikal, dia juga memiliki rekam jejak kuat di dunia televisi dan film. Ryan pernah terlibat dalam sinetron dan web series seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Dilema, Jendela Rumah Kita Reborn, dan Biarkan Hati Bicara. Di layar lebar, dia juga membintangi Ketindihan (Sleep Paralysis), Kita Butuh Bahagia Walau Sesaat, serta Apa Itu Cinta.
Melihat tren yang terus berkembang, Ryan menilai drama vertikal menjadi ruang baru bagi talenta lokal untuk unjuk kemampuan. Dia melihat peluang kolaborasi semakin terbuka luas seiring meningkatnya kebutuhan konten digital yang cepat dan relevan dengan audiens.
Di luar aktivitas syuting, Ryan juga aktif sebagai content creator melalui akun media sosial. Dia kerap membagikan aktivitas behind the scenes, gaya hidup sehat, hingga perjalanan kariernya, sekaligus berharap drama vertikal dapat terus berkembang menjadi industri yang melahirkan karya berkualitas dan bersaing secara global.










