Runner-up Macau Open 2026, Ali/Devin Tetap Lega meski Gagal Juara

Runner-up Macau Open 2026, Ali/Devin Tetap Lega meski Gagal Juara

Olahraga | inews | Senin, 22 Juni 2026 - 09:00
share

MACAU, iNews.id - Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi harus puas finis sebagai runner-up Macau Open 2026 usai kalah dari pasangan Korea Selatan Yong Jin/Jongmin Lee pada partai final di Macau East Asian Games Dome, Cotai, Minggu (21/6/2026).

Pasangan ganda putra Indonesia itu kalah dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, dan 10-21. Meski gagal menjadi juara, hasil ini tetap dianggap pencapaian penting dalam perjalanan karier mereka di level internasional.

Laga final berlangsung ketat sejak awal. Ali/Devin sempat menunjukkan perlawanan kuat dengan merebut gim pertama, namun momentum berbalik di dua gim berikutnya yang dikuasai wakil Korea Selatan.

Selepas pertandingan, Ali Faathir Rayhan mengakui ada rasa kecewa karena peluang juara tidak bisa dimaksimalkan. Namun dia tetap menilai pencapaian sebagai finalis turnamen BWF Super 300 pertama sebagai sesuatu yang membanggakan.

“Alhamdulillah yang pasti bangga bisa jadi finalis di BWF Super 300 pertama saya, Banyak pelajaran mahal yang saya dapat pastinya,” kata Ali dalam keterangannya.

Dia juga menyoroti perubahan permainan lawan setelah gim kedua. Menurut dia, kebangkitan pasangan Korea Selatan membuat duel semakin sulit dikendalikan.

“Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua lawan lebih percaya diri jadi lebih kuat dari segi defencenya,” ucap Ali.

Ali menambahkan, masalah utama yang perlu diperbaiki ada pada konsistensi fokus saat unggul. Kondisi itu beberapa kali membuat mereka kehilangan kendali permainan di momen krusial.

“⁠Untuk ke depan evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul,” tambah dia.

Sementara itu, Devin Artha Wahyudi juga mengakui perjuangan mereka sudah maksimal di partai final. Dia menegaskan kondisi fisik tetap terjaga hingga akhir pertandingan tanpa cedera.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cidera, pertandingan tadi lawan kami cukup kuat. Kendala kami tadi, hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar,” ujarnya.

Devin juga menilai lawan tampil lebih stabil dalam mengontrol tempo permainan. Hal itu membuat pasangan Korea Selatan lebih unggul dalam situasi tekanan maupun saat memimpin skor.

“Lawan unggul di kuat dan tahan di lapangan serta lebih tenang saat poin tertinggal maupun saat poin unggul,” sambungnya.

Meski gagal membawa pulang gelar, pencapaian runner-up ini tetap menjadi modal penting bagi Ali/Devin untuk meningkatkan kualitas permainan di turnamen berikutnya.

Topik Menarik