Marc Marquez Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival usai Rajai MotoGP Ceko 2026

Marc Marquez Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival usai Rajai MotoGP Ceko 2026

Olahraga | inews | Senin, 22 Juni 2026 - 07:00
share

BRNO, iNews.id – Marc Marquez kini mengakui statusnya sebagai penantang gelar MotoGP usai kemenangan sensasional di Grand Prix Ceko. Namun dia langsung mengingatkan fokus utamanya bukan menyerang, melainkan bertahan hidup di seri Assen pekan depan.

Pembalap Marc Marquez tampil di luar prediksi setelah merebut kemenangan di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026) malam WIB. Hasil itu memangkas jaraknya secara drastis di klasemen sementara dari sang pemimpin kejuaraan, Marco Bezzecchi.

Sebelum rangkaian dua seri terakhir, Marquez tertinggal 102 poin dari Bezzecchi. Kondisi tersebut muncul setelah dia absen di Grand Prix Prancis serta seluruh akhir pekan Barcelona demi menjalani operasi bahu kanan yang bermasalah.

Namun situasi berubah cepat. Dua kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno membuat Marquez kini hanya berjarak 40 poin dari puncak klasemen. Momentum itu juga dipengaruhi larangan tampil Bezzecchi di balapan utama Brno akibat insiden dengan marshal pada Sprint Race.

Marquez tidak menutup mata terhadap realitas tersebut. Saat ditanya soal peluang juara dunia, dia menjawab lugas.

“Ya. Saya tidak bisa mengatakan tidak,” kata Marquez dikutip dari Crash.

“Saya sudah habis, benar-benar habis di Mugello, terutama sebelum Mugello saat saya masih di rumah sakit,” lanjutnya.

“Di momen itu, saat kehilangan dua balapan, saya merasa sudah selesai. Tapi entah kenapa sekarang saya hanya tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen.”

Fokus Bertahan di Assen

Meski kepercayaan diri meningkat, Marquez memilih menahan euforia. Dia menilai seri Assen sebagai ujian terberat dalam fase kebangkitannya.

“Saya perlu tetap tenang. Saya perlu bertahan di Assen, terutama karena itu sirkuit yang bahkan saat kondisi fit pun selalu menyulitkan saya,” ujarnya.

“Di sana saya harus tenang dan mencoba memahami apakah di Sachsenring, dan setelah jeda musim panas, kami bisa mengubah mode ke menyerang,” sambung Marquez.

Sepanjang akhir pekan di Brno, kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih. Karakter sirkuit memberi tekanan besar pada bahu kanannya. Karena itu, kemenangan tersebut dia sebut datang di luar dugaan.

“Kemenangan ini tidak terduga, benar-benar tidak terduga,” ucapnya.

“Target hari ini, target yang sangat optimistis, podium. Di atas kertas, kecepatan balapan saya peringkat empat, bersama Pecco dengan jarak sangat dekat.”

Marquez menilai Fabio Di Giannantonio dan Ai Ogura tampil lebih cepat. Namun strategi agresif sejak awal membuat situasi berubah. Dia memulai balapan dari posisi keempat dan mengambil alih pimpinan lomba pada lap ke-16 dari total 21 lap.

Tekanan terbesar datang di lap-lap akhir saat Ogura terus menempel. Marquez mengakui tidak nyaman dengan situasi tersebut.

“Saya nol rasa percaya diri saat Ogura di belakang,” kata Marquez.

“Saya membuat kesalahan kecil di keluar tikungan 12 dan berpikir, saya tidak tahu posisi dia. Saya masuk tikungan 13 sedikit terlalu cepat dan membuka gas lebih besar, karena saya melihat di Moto2 banyak overtake di chicane terakhir dan berpikir, ini tidak boleh terjadi pada saya.”

“Lalu saya membuka gas lebih banyak, motor sempat kehilangan grip belakang, tapi cukup untuk menyentuh garis finis di posisi pertama,” tutupnya.

Kemenangan di Brno mengubah peta persaingan MotoGP. Marquez kini tidak lagi sekadar comeback story, melainkan ancaman nyata dalam perebutan gelar dunia musim ini.

Topik Menarik