Kandas di Perempatfinal Malaysia Masters 2026, Jonatan Christie: Sangat Disayangkan

Kandas di Perempatfinal Malaysia Masters 2026, Jonatan Christie: Sangat Disayangkan

Olahraga | okezone | Jum'at, 22 Mei 2026 - 13:18
share

KUALA LUMPUR – Jonatan Christie harus mengakhiri perjalanan di Malaysia Masters 2026 hingga babak perempatfinal. Meski menyayangkan hal tersebut, ia cukup bersyukur tidak mengalami cedera.

Jonatan takluk 21-14, 13-21 dan 16-21 dari Hu Zhe An. Laga tersebut digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (22/5/2026) pagi WIB.

1. Tidak Sesuai Harapan

Usai laga, Jonatan mengatakan hasil akhir memang tidak sesuai harapan dalam Malaysia Masters. Namun, ia sudah berusaha memberikan performa terbaiknya dalam laga tersebut.

"Pertama pasti bersyukur, selalu Puji Tuhan karena selesai dengan tanpa ada yang cedera," kata Jonatan usai laga, dikutip Jumat (22/5/2026).

"Tapi ya memang cukup disayangkan tadi. Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga," tambah pria berusia 28 tahun itu.

Jojo mengatakan Hu tampil cukup luar biasa dalam gim kedua dan ketiga. Alhasil, ia harus takluk dalam dua gim tersebut dan menelan kekalahan.

"Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan,” urai Jonatan.

 

"Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah,” imbuh ayah satu orang anak itu.

2. Berbenah

Jonatan menegaskan akan segera berbenah pasca Malaysia Masters. Tentunya, ia ingin tampil lebih baik di ajang-ajang lainnya demi membawa pulang prestasi ke Tanah Air.

"Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda,” kata Jonatan.

“Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya," tutup Jonatan.

Topik Menarik