4 Tentara Zionis Tewas, Menteri Radikal Israel Serukan Bakar Seluruh Lebanon
TEL AVIV, iNews.id - Menteri sayap kanan radikal Israel Itamar Ben Gvir menyerukan untuk membakar seluruh wilayah Lebanon, menyusul tewasnya empat tentara Zionis akibat serangan kelompok Hizbullah pada Kamis (18/6/2026).
Empat tentara Israel tewas dalam pertempuran sengit jarak dekat di Lebanon Selatan.
Sehari kemudian, dalam posting-an di media sosial X, Menteri Keamanan Nasional itu menulis, bahwa seluruh Lebanon harus dibakar.
“Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis,” tulisnya, dalam pernyataan yang menyerukan pembunuhan lebih banyak warga Lebanon.
Pernyataan Ben Gvir itu memicu kecaman dari negara-negara Eropa.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengutuk pernyataan Ben Gvir tersebut dengan menyebutnya sebagai provokatif. Komentar tersebut, kata Eide, bisa memicu ketidakstabilan di Timur Tengah.
"(Pernyataan itu) Sejalan dengan serangkaian tindakan panjang menteri keamanan Israel yang berkontribusi dalam menciptakan ketakutan dan ketidakpastian, tidak hanya di Lebanon, tapi juga seluruh Timur Tengah," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (20/6/2026).
Meski Amerika Serikat (AS)-Iran menyepakati perdamaian, mencakup ketentuan untuk mengakhiri permusuhan di Lebanon, Israel justru meningkatkan serangannya. Namun pada Jumat (19/6/2026), AS mengumumkan gencatan senjata Hizbullah dan Israel.
Sebelum pengumuman tersebut, setidaknya 31 orang tewas dan beberapa lainnya luka dalam serangkaian serangan terbaru Israel ke Lebanon.
Menurut angka resmi terbaru, serangan militer Israel ke Lebanon, yang dimulai pada 2 Maret, telah menewaskan 3.912 orang, melukai 11.873 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Selain itu, operarsi darat Israel baru-baru ini, pasukan Zionis maju lebih dalam ke wilayah Lebanon, 10 km lebih dari perbatasan kedua negara.










